Pendaftaran Djarot-Sihar ke KPU Disertai Gelombang Protes dan Pengunduran Pengurus PPP Pilgub Sumut 2018

1
2769
DAFTAR. Djarot - Sihar Sitorus saat melakukan pendaftaran di kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Rabu (10/1/2018) untuk menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang diusung PDIP dan PPP. Terlihat pengurus PPP ikut mendampingi paslon tersebut. [edisimedan.com/istimewa]

EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Gelombang protes kader PPP Sumut warnai pendaftaran pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara yang diusung PDIP dan PPP, Djarot-Sihar Sitorus ke KPU Sumut, Rabu (10/1/2018). 

Keputusan DPP PPP yang dipimpin Romuhurmuji (Romi) merestui Djarot-Sihar Sitorus membuat gerah konstituen PPP. Bahkan sejumlah Ketua DPC PPP di Sumut, mengundurkan diri.

Salah satunya Ketua DPC PPP Tapanuli Utara Zulfikar El Ridho SE, yang sudah menyatakan pengunduran diri dalam surat tertanggal hari ini, 10 Januari 2018.

BACA JUGA

Sementara Ketua DPC PPP kota Medan Yuni Piliang menilai, dukungan terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Djarot-Sihar Sitorus menghancur citra PPP di mata umat Islam.

“Sesungguhnya hal ini merupakan suatu hal yang dipaksakan DPP PPP Romi cs. Meskipun kami bukan jajaran mereka, tapi kami adalah warga PPP, ini sangat melukai warga PPP,” ujar Yuni Piliang.

Dia bilang, dukungan yang diberikan PPP kubu Romi, sarat akan kepentingan politik.

Surat rekomendasi DPP PPP untuk mengusung Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus sebagai Cagub Cawagub Sumut (kiri) berbalas surat pengunduran diri Ketua PAC Tapanuli Tengah, Zulfikar El Ridho.

“Kepentingan elit pusat tak pernah memikirkan warga di bawah, jika ini terus dipaksakan, yakinlah PPP akan kehilangan suaranya,” tambah Yuni.

BERITA TERKAIT

Secara tegas jajaran DPW PPP Sumut dan DPC kubu Djan Faridz tidak akan pernah menjual aqidah demi kepentingan politik yang merugikan umat islam. “Jadi prinsipnya kami menolak Djarot-Sihar, karena ini menyangkut aqidah,” tutup Yuni. [ded]

Apa Pendapat Anda?