Home / / Pengabdian Masyarakat UNPAB :  Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga Dengan Pemanfaatan Sampah  Anorganik

Pengabdian Masyarakat UNPAB :  Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga Dengan Pemanfaatan Sampah  Anorganik


Edisimedan.com, Medan– Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi UNPAB melakukan pengabdian masyarakat di Desa Padang Cermin Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat pada  Oktober hingga November  2020.

Kegiatan yang diketuai Ir. Suryani Sajar dengan  anggota  Rahmad Hidayat SE.MMbink   bertemkan “Meningkatkan Produktifitas Pekarangan Rumah Melalui Pemanfaatan Sampah Anorganik Untuk Mewujudkan   Ketahanan Pangan Keluarga”.

Kegiatan ini diikuti oleh  15 orang ibu –ibu warga Dusun Permadi Desa Padang Cermin.

Suryani Sajar, mengatakan sesuai pernyataan  Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), sampah yang dihasilkan oleh penduduk Indonesia pada tahun 2019 adalah 66 – 67 ton. Jenis sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah organik yang mencapai sekitar 60% dan sampah plastik yang mencapai 15%.  Sampah  ini  62% berasal  dari rumah tangga, maka proses pemilahan sampah harus dilakukan melalui rumah.

Dari total timbulan sampah plastik, yang didaur ulang diperkirakan baru 10-15% saja, 60-70% ditimbun di TPA, dan 15-30% belum terkelola dan terbuang ke lingkungan, terutama ke lingkungan perairan seperti sungai, danau, pantai, dan laut. Persoalan lainnya timbul karena tercampurnya sampah organik dan sampah anorganik sehingga menimbulkan kesulitan baru untuk mengelolanya.

Baca Juga:  NasDem Usung Lisa Andriani Lubis - Sapta Bangun Pilkada Binjai 2020

Sampah plastik berupa botol plastik, plastik  bekas kemasan  minyak goreng, detergen, pewangi pakaian merupakan penyebab utama pencemaran lingkungan. Penggunaan plastik semakin marak di kalangan masyarakat, seakan sudah menjadi budaya.

Hampir semua benda-benda ini  dibuang pemakainya dan  akan berakhir di tempat pembuangan sampah. Jika sampah tersebut terus dibiarkan, tentu akan menimbulkan dampak serius bagi lingkungan yang mengakibatkan pencemaran udara, tanah dan dapat menyebabkan banjir.

Sampah plastik berdampak buruk bagi lingkungan karena sifat plastik yang  susah diuraikan oleh tanah meskipun sudah tertimbun bertahun-tahun.   Menyikapi hal tersebut, perlu adanya perubahan pola pikir dari yang semula membuang sampah menjadi mengelola sampah.

Lanjutnya, Pemanfaatan sampah plastik adalah salah satu yang bisa dilakukan  oleh seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.  Cara sederhana yang dapat diterapkan di   rumah tangga adalah memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam.  Limbah plastik yang berasal dari berbagai penggunaan seperti bekas botol kemasan, bekas kantong plastik dengan bernagai jenis dan berbagai bentuk ternyata dapat menjadi wadah yang sangat baik untuk menanam sayuran karena tidak gampang rusak dan mudah diperoleh. Disamping itu dapat menambah keindahan lingkungan jika ditata dengan baik. Wadah plastik juga mudah ditata dan mudah dibersihkan.

Baca Juga:  Ini Kata Pakar Bahasa Unimed Soal Mudik dan Pulang Kampung

Bahkan,  Disisi lain katanya,   sebagian besar warga Desa Padang Cermin  mempunyai pekarangan yang relatif luas, akan tetapi pekarangan tersebut kurang dimanfaatkan dengan baik.  Oleh karena itu, dibuatlah suatu kegiatan pengabdian berupa  penyuluhan  tentang meningkatkan produktifitas pekarangan rumah melalui pemanfaatan sampah anorganik terutama memanfaatkan sampah plastik kemasan menjadi wadah tanaman sayuran (hortikultura) untuk mewujudkan ketahanan pangan keluarga di Desa Padang Cermin Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat.

Pemanfaatan pekarangan juga berpeluang menambah penghasilan rumah tangga apabila dirancang dengan baik. Lahan pekarangan mempunyai potensi besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan guna memproduksi sayuran segar. Meskipun demikian sebagian besar masyarakat sering mengabaikan dan tidak menganggap lahan pekarangan sebagai potensi. Hal ini menyebabkan masyarakat kurang memanfaatkan lahan pekarangan . Pemanfaatan pekarangan dapat memiliki manfaat kemandirian pangan rumah tangga pada suatu kawasan, diversifikasi pangan yang berbasis sumber daya lokal, konservasi tanaman-tanaman pangan maupun pakan termasuk perkebunan, hortikultura untuk masa yang akan datang, kesejahteraan petani, masyarakat dan keluarga.

Baca Juga:  Rajia THM, Tidak Temukan Narkotika Polisi Rusak Rumah Warga di Deliserdang

Menurut Suryani Sajar , dalam skala yang lebih besar bertani sayuran di pekarangan  memiliki potensi pendapatan baru bagi rumah tangga. Apalagi sayur-sayuran adalah tanaman yang telah menjadi kebutuhan utama sehari-hari . “Hal ini dapat membantu masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan dalam rangka pemenuhan kebutuhan sehari-hari terutama selama masa wabah Covid-19 berlangsung,  Disarankan untuk menanam sayuran seperti tomat, cabai, sawi, kangkung, kacang panjang, terong, gambas, juga tanaman buah seperti jeruk, mangga, alpukat, belimbin, pisang serta tanaman obat utama seperti kunyit, jahe, kencur, temu lawak dan lengkuas.

Sementara itu,  Transfer Iptek kepada masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan agar dapat dijadikan sebagai penghasilan tambahan keluarga maupun sebagai keindahan estetika dan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya ibu – ibu sebagai pelaku langsung pengelola sampah rumah tangga  agar menjaga lingkungan dengan hidup bersih dan sehat serta memanfaatkan sampah dengan bijaksana. (Rel/bd)

Terkait


Berita Terbaru