Pengakuan Pembunuh Bendahara Pendidikan di Nias Mengejutkan

0
4392
Kapolres Nias Kapolres Nias AKBP Erwin Horja H Sinaga saat gelar konfrensi pers di halaman Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Sabtu (10/2/2018). [edisimedan.com/sanuria.com]

EDISIMEDAN.com, GUNUNGSITOLI – Sungguh mengejutkan pengakuan Yulianus Zebua, tersangka pelaku penganiayaan yang menyebabkan tewasnya bendahara UPT Dinas Pendidikan Hiliduho, Amirudin Gulo.

loading...

Alasannya melakukan penganiayaan terhadap korban untuk membela diri. Selain itu, dia juga mengaku tidak sempat menghitung jumlah uang yang diambil dari korban, karena telah dirampok kembali orang tak dikenal di daerah yang dia tidak ketahui saat kabur.

Hal tersebut diungkapkan pelaku saat Polres Nias gelar konfrensi pers di halaman Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Sabtu (10/2/2018).

Atas perbuatan tersebut, pelaku mengaku menyesal dan dia menganiaya korban karena membela diri.

“Saya menikam dia karena dia mengacungkan pisau kepada saya ketika saya ingin meminjam uang kepada dia sebesar Rp 1 juta rupiah untuk bayar arisan,” kilah pelaku yang dijuluki warganet ‘ganteng-ganteng pembunuh’.

BACA JUGA

Sementara Kapolres Nias AKBP Erwin Horja H Sinaga SH, SIk menjelaskan
kronologi kasus pembunuhan bendahara UPT Disdik Hiliduho, Amirudin Gulo.

Bermula ketika pelaku dan korban naik sepeda motor beriringan dari arah Kota Gunungsitoli menuju kantor mereka yang terletak di Kecamatan Hiliduho.

Dalam perjalanan, pelaku yang bekerja sebagai Kepala Tata Usaha di UPT Disdik Hiliduho meminjam uang kepada korban. Tetapi korban menjawab sambil mengacungkan pisau.

“Pengakuan YZ, karena korban sempat berhenti dan mengacungkan pisau, dan berkata, ‘hanya pisau ini yang aku berikan’. Maka pelaku merebut pisau milik korban dan menikam korban dengan pisau tersebut. Setelah menikam korban, pelaku kabur dan membawa tas milik korban yang berisi uang,” terangnya.

Pelaku kemudian kabur ke rumah saudaranya di Desa Botolakha, Kabupaten Nias Utara dan mengaku kepada saudaranya jika dia telah mengalami kecelakaan.

Di rumah saudaranya tersebut, pelaku sempat berganti pakaian dan memindahkan uang dari tas korban ke tas miliknya.

Setelah tukar pakaian dan memindahkan uang, pelaku mengaku dia meninggalkan rumah saudaranya dengan jalan kaki dan menghentikan sepeda motor yang lewat.

Yulianus Zebua alias YZ, tersangka pelaku pembunuhan Bendahara UPT Dinas Pendidikan Hiliduho, Amiruddin Gulo dijuluki warganet sebagai pembunuh ganteng. [edisimedan.com/istimewa]
“Dia kemudian dibawa sepeda motor tersebut dan diturunkan di jalan di suatu daerah yang dia tidak ketahui dan masuk ke dalam hutan,” ujar Kapolres.

Namun, di dalam hutan, pelaku mengaku bertemu dengan sejumlah orang tak dikenal, dan uang beserta tas yang dia bawa dirampas oleh orang orang tersebut.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 340, subsider 339 subsider 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. [ded]

Apa Tanggapan Anda?