Pengamat: JR Saragih Mendapat Tekanan Mendukung Djarot-Sihar

389

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara, JR Saragih tiba-tiba mengajak relawan dan simpatisannya mendukung pasangan Djarot-Sihar Sitorus di Pilgubsu 2018.

Bupati Simalungun itu menyatakan dukungan terhadap pasangan Djarot-Sihar di Pilgubsu 2018, dalam video berdurasi 31 detik.

Menyikapi hal itu, pengamat sosial politik di Sumatera Utara, Shohibul Anshor Siregar menilai, JR Saragih seperti mendapat tekanan untuk mendukungan pasangan cagub/cawagub DJOSS yang diusung PDIP dan PPP tersebut.

Dugaan tersebut dapat dilihat dari wajah JR Saragih, yang kenyang pengalaman tidak seperti biasanya dalam menyampaikan pendapat. Mimiknya tegang dan ucapannya terkesan kaku.

Selain itu, dalam beberapa kesempatan, Shohibul menyebut JR pernah mengaku sedang didzalimi hak politiknya pada Pilgubsu 2018.

“Dia menangis saat dinyatakan tidak lolos pencalonan sebagai Cagubsu. Saat menangis itu dia meminta oknum untuk tidak semena-mena karena dia yakin ada Tuhan di atas segalanya,” ungkap Shohibul.

Namun bila tiba-tiba JR Saragih mengeluarkan pernyataan yang akhirnya mendukung paslon tertentu, maka ada sinyal dan tanda tanya besar.

“Tentu ada tanda tanya besar ketika kewibawaanya rontok oleh persoalan ijazah, tiba-tiba dia berbalik arah dan menyatakan dukungan” ujar Shohibul.

Kordinator n’Basis itu menilai, dugaan adanya tekanan terhadap JR Saragih bukan tanpa alasan.

“Tentu dugaan itu sah-sah saja. Apalagi ketika jurnalis menanyakan dan ingin mengungkap persoalan ini. Pasti dugaan itu bukan tanpa sebab. Video JR itu menjadi liar. Apalagi bila mengingat proses JR Saragih yang tekesan di-dzalimi dalam pencalonannya sebagai Cagubsu,” kata Shohibul.

Dia mewanti-wanti agar demokrasi tidak ditukar dengan proses hukum yang sedang dihadapi seseorang.

“Jika demokrasi ini ditransaksikan dengan proses hukum yang sedang berlangsung, maka saya gak akan diam. Ini berbahaya bagi demokrasi,” tegas Shohibul.

Seperti diketahui, saat ini JR Saragih sudah ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan legalisir ijazah yang didaftarkannya sebagai syarat pendaftaran ke KPU Sumut.

Di sisi lain, Shohibul menandaskan bahwa video pernyataan dukungan JR Saragih tersebut tidak akan banyak diikuti para pendukungnya selama ini.

“Dalam posisi wibawa yang saya nilai sedang rontok oleh kedzaliman, imbauan JR Saragih untuk mendukung salahsatu paslon tertentu tidak berdampak signigikan. Kecuali sebagian kecil pendukung setianya,” kata Shohibul. [mas]

Apa Tanggapan Anda?