Home / / Pengumuman Tersangka Videotron Disperindag Medan Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Pengumuman Tersangka Videotron Disperindag Medan Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara


EDISIMEDAN.com, MEDAN- Setelah melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Medan Jalan Karya Jasa, Rabu (15/3/2017) kemarin,pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan belum bisa umumkan nama tersangka.Menurut Kasi Pidsus Kejari Medan, Haris Hasbullah pihaknya belum bisa mengumumkan nama tersangka dalam dugaan korupsi sarana informasi massal (videotron) yang berisi informasi harga kebutuhan pokok pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan pada Tahun Anggaran 2013."Kita belum bisa umumkan nama para tersangka,"ucap Haris, Jumat (17/3/2017).Pengumuman nama tersangka akan bersamaan dengan keluarnya hasil audit kerugian negara. "Nama-namanya (tersangka) nanti keluar hasil audit yah," beber Haris.Dimana sebelumnya, Kejari Medan melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Medan, yang berlangsung selama 3 jam itu, tim menggeledah sejumlah ruangan diantaranya ruangan Kepala Dinas, ruangan Tata Usaha, dan ruangan Bidang Arsip."Umumnya dokumen yang kita sita sudah ada di penyidik, namun ada juga dokumen baru sebagai bukti pendukung. Tim yang menggeledah terdiri dari delapan orang. Dalam penggeledahan itu kita sita 18 item dokumen," kata Haris Habsullah, Rabu (15/3/2017).Penggeledahan ini juga kata Haris akan berhubungan dengan penetapan kerugian negara. Saat ini penghitungan kerugian negara tengah dilakukan tim dari BPKP."Yah berhubungan dengan kerugian negara," tuturnya.Haris juga mengatakan usai penggeledahan ini, pihaknya kemungkinan masih akan melakukan penggeledahan ditempat lain yang berkaitan dengan perkara korupsi ini."Ada tempat lain yang jadi perhatian penyidik. Tapi kita lihat dulu hasil penggeledahan hari ini, " terang Haris.Diberitakan sebelumnya penyidik Kejaksaan Negeri Medan, Sumatera Utara, mengindikasikan adanya dugaan korupsi dalam pengadaan videotron massal berisi informasi harga kebutuhan pokok pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan.Kejaksaan Negeri Medan lantas meningkatkan kasus yang bersumber dari APBD Kota Medan Tahun 2013 sebesar Rp 3,168 miliar itu menjadi tahap penyidikan sejak Agustus 2016 silam.Proyek pengadaan videotron massal berisi informasi harga kebutuhan pokok Disperindag Kota Medan menjadi sorotan publik karena dinilai tidak memberikan manfaat. Videotron yang dipasang di sejumlah titik itu mati alias tidak berfungsi.Di antaranya di Pasar Palapa, Pasar Aksara, Pusat Pasar, Pasar Petisah, dan Pasar Simpang Limun. Pemerintah Kota Medan diduga tidak mengevaluasi fungsi dan manfaat dari pengadaan itu. Bahkan pengadaan videotron itu disebut sebagai proyek gagal. [win]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Setelah melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Medan Jalan Karya Jasa, Rabu (15/3/2017) kemarin,pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan belum bisa umumkan nama tersangka.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Medan, Haris Hasbullah pihaknya belum bisa mengumumkan nama tersangka dalam dugaan korupsi sarana informasi massal (videotron) yang berisi informasi harga kebutuhan pokok pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan pada Tahun Anggaran 2013.

“Kita belum bisa umumkan nama para tersangka,”ucap Haris, Jumat (17/3/2017).

Pengumuman nama tersangka akan bersamaan dengan keluarnya hasil audit kerugian negara. “Nama-namanya (tersangka) nanti keluar hasil audit yah,” beber Haris.

Dimana sebelumnya, Kejari Medan melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Medan, yang berlangsung selama 3 jam itu, tim menggeledah sejumlah ruangan diantaranya ruangan Kepala Dinas, ruangan Tata Usaha, dan ruangan Bidang Arsip.

Baca Juga:  Tatap Wajahnya, karena Dia Pelaku Curanmor di Rantauprapat

“Umumnya dokumen yang kita sita sudah ada di penyidik, namun ada juga dokumen baru sebagai bukti pendukung. Tim yang menggeledah terdiri dari delapan orang. Dalam penggeledahan itu kita sita 18 item dokumen,” kata Haris Habsullah, Rabu (15/3/2017).

Penggeledahan ini juga kata Haris akan berhubungan dengan penetapan kerugian negara. Saat ini penghitungan kerugian negara tengah dilakukan tim dari BPKP.

“Yah berhubungan dengan kerugian negara,” tuturnya.

Haris juga mengatakan usai penggeledahan ini, pihaknya kemungkinan masih akan melakukan penggeledahan ditempat lain yang berkaitan dengan perkara korupsi ini.

“Ada tempat lain yang jadi perhatian penyidik. Tapi kita lihat dulu hasil penggeledahan hari ini, ” terang Haris.

Diberitakan sebelumnya penyidik Kejaksaan Negeri Medan, Sumatera Utara, mengindikasikan adanya dugaan korupsi dalam pengadaan videotron massal berisi informasi harga kebutuhan pokok pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan.

Baca Juga:  18 Tahanan Polres Binjai Kabur, 6 Berhasil Ditangkap Kembali

Kejaksaan Negeri Medan lantas meningkatkan kasus yang bersumber dari APBD Kota Medan Tahun 2013 sebesar Rp 3,168 miliar itu menjadi tahap penyidikan sejak Agustus 2016 silam.

Proyek pengadaan videotron massal berisi informasi harga kebutuhan pokok Disperindag Kota Medan menjadi sorotan publik karena dinilai tidak memberikan manfaat. Videotron yang dipasang di sejumlah titik itu mati alias tidak berfungsi.

Di antaranya di Pasar Palapa, Pasar Aksara, Pusat Pasar, Pasar Petisah, dan Pasar Simpang Limun. Pemerintah Kota Medan diduga tidak mengevaluasi fungsi dan manfaat dari pengadaan itu. Bahkan pengadaan videotron itu disebut sebagai proyek gagal. [win]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up