Pengurusan Medical Chek-up Di RS Pirngadi Membludak

24
Ruangan medical chek up Rumah Sakit Umum Daerah Pirngadi Kota Medan dipenuhi dengan warga yang ingin maju sebagai bakal calon legislatif dan calon pengawas Pilkada. Medical chek-up merupakan salah satu persyaratan kesehatan untuk mengikuti bakal calon legislatif maupun calon Bawaslu dan KPU.

EDISIMEDAN.com, MEDAN: Ruangan medical chek up Rumah Sakit Umum Daerah Pirngadi Kota Medan dipenuhi dengan warga yang ingin maju sebagai bakal calon legislatif dan calon pengawas Pilkada. Medical chek-up merupakan salah satu persyaratan kesehatan untuk mengikuti bakal calon legislatif maupun calon Bawaslu dan KPU.

Salah seorang Bakal Calon legislatif dari partai Amanat Nasional ( PAN), Ariadi mengaku memang sejak pagi ia datang ke RSUD Pirngadi Kota Medan, loket pengurusan Medical Chek-Up yang letaknya tepat di depan Pusat Informasi itu sudah sangat ramai dan bahkan banyak yang tidak dapat tempat duduk.

Ariadi saja sejak pukul 08.00 Wib Datang, berkas Medical Chek-Upnya baru selesai sekitar pukuk 12.00 wib. Ariadi mengaku pelayanan sudah standart hanya saja harusnya diberi jadwal atau sistem agar tidak mengantri terlalu lama.

“Saya sudah datang dari pagi, baru jam dua belas inila selesai, sebenarnya jika jadwalnya gak mepet dari internal PAN gak akan mengantri begini” paparnya.

Adapun sejumlah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendapatkan berkas Medical Chek-Up yakni pemeriksaan psikologi, rohani dan jasmani kemudian pengambilan air seni dan tes narkoba. untuk pemeriksaan Psikologi, dirinya harus menjawab sejumlah pertanyaan dari dokter bersangkutan.

sayangnya, ditengah membludaknya pengurusan Medical Chek-Up, diduga sejumlah oknum memanfaatkan situasi. mulai dari menawarkan jasa pengurusan dan juga memberikan berkas medical chek-up tanpa pemeriksaan terlebih dahulu dan juga melakukan pemeriksaan tanpa melakukan antrian karena ada kedekatan dengan oknum tertentu.

namun, Kepala Humas RSUD Pirngadi, Edison membantah telah terjadi dugaan kecurangan pada pengurusan Medical check-up. Edison menyatakan semua calon diperiksa sesuai dengan prosedur. soal adanya pihak rumah sakit yang membantu, pihaknya mengakui memang meminta security membantu agar prosesnya cepat, membantu mengarahkan dan mengantarkan para calon ke psikiater dan ke toilet untuk mengambil urin.

“Kita akui memang ada sejumlah petugas yang membantu, namun itu membantu untuk mengarakan para calon ke toilet dan ruang psikiater untuk di tes” ungkapnya.

kendati demikian, itupun kita lajukan karena kekurangan tenaga untuk memberikan pelayanan kepada para calon yang melakukan pengurusan Medical Chek-Up sehingga jika memang ada oknum yang memanfaatkan situasi maka akan ditindaklanjuti dengan memberikan sanksi.

” Kita akan kasi sanksi nanti jika ada yang ditemukan memberikan bantuan dengan mengutip sejumlah retribusi” katanya.

sementara itu, disela-sela padatnya lokasi pengurusan medical chek-up, Arif yang merupakan mantan anggota DPRD Medan yang juga mengantri untuk.mendapatkan berkas kesehatan itu mengaku menyayangkan jika ada yang melakukan jalur cepat. dirinya yang mengaku sudah 3 periode saja duduk dibangku legislatif tetap mengikuti proses yang sudah menjadi prosedur.

“seharusnya harus konsisten mengikuti prosedur, pihak pirngadi dalam hal ini harus melakukan hal yang benar karena menurutnya ini fatal. khusunya jika tidak mengikuti tes psikiatri dikhawatirkan bacaleg yang ikut serta pada tahun ini mengalami gangguan jiwa” tegasnya. (Mahbubah Lubis)

Apa Tanggapan Anda?