Home / MEDAN TODAY / Pengusaha ASK Desak Ombudsman dan KPPU Periksa Perusahaan Aplikasi Taksi Online 

Pengusaha ASK Desak Ombudsman dan KPPU Periksa Perusahaan Aplikasi Taksi Online 


EDISIMEDAN.com, MEDAN-Pengusahaha angkutan sewa khusus merasa sangat prihatin melihat ketidakmampuan pemerintah didalam mengawal dan menegakkan peraturannya sendiri, dimana selain Permenhub nomor 118 tahun 2018 kemudian masih ada lagi Pergubsu nomor 13 tahun 2020 tentang penyelenggaraan angkutan sewa khusus (ASK) sudah sangat jelas mengatur kedudukan masing masing stakholders yang ada dalam peraturan tersebut.

Namum kenyataannya dari tahun 2016 sampai 2021 peraturan diatas tidak pernah dipatuhi oleh perusahaan aplikasi taksi online. Perusahaan aplikasi taksi online yang beroperasi saat ini bertindak juga sebagai perusahaan angkutan, padahal mereka tidak mempunyai ijin penyelenggaraan angkutan sewa khusus. Perusahaan aplikasi taksi online merekrut sendiri mitra driver memberikan akses aplikasinya dan mengoperasikan sendiri angkutan tersebut tanpa dilengkapi dengan kartu elektronik standar pelayanan ( KESP ) dan tidak bekerja sama dengan badan usaha ASK yang memiliki izin penyelenggaraan angkutan sewa khusus.

Baca Juga:  Sekda Medan Tantang Ombudsman Sumut

Dalam hal ini perusahaan aplikasi taksi online sangat merugikan pengusaha angkutan sewa khusus yang memiliki ijin penyelenggaraan angkutan sewa khusus, karena mitra driver tidak membutuhkan lagi perusahaan angkutan sewa khusus, bekerja sama dengan perusahaan aplikasi saja sudah bisa beroperasi, seharusnya mitra driver diarahkan untuk mendaftarkan kendaraannya terlebih dahulu di kantor perusahaan yang mempunyai izin penyelenggaraan angkutan sewa khusus, demikian dikatakan oleh ketua ASK Organda Mebidangro Frans Simbolon SE.

Oleh sebab itu pengusaha angkutan sewa khusus meminta Ombudsman dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha segera memeriksa dan mengambil tindakan atas ketidakpatuhan perusahaan aplikasi taksi online terhadap peraturan pemerintah yang merugikan pengusaha angkutan sewa khusus, bentuk monopoli usaha sudah diciptakan oleh perusahaan aplikasi taksi online dan tidak ada yang berani menindak dan menertibkannya.(red)

Terkait


Berita Terbaru