Penuhi Kebutuhan Bawang Merah Dinas TPH Sumut Perluas Areal Tanam

17

EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Sejumlah tanaman pangan di Sumatera Utara tercatat masih minim produksi. Seperti bawang merah, kedelai, dan bawang putih. Untuk itu mengatasi ini, di Sumut telah dihadirkan kawasan-kawasan khusus untuk areal tanam bahan pangan yang masih minim.

Hal itu dikatakan oleh, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Ir. Dahler MMA kepada awak media di ruang kerjanya pada Jumat (16/9/2019).

Dikatakan untuk bahan pangan strategis khusus yang dikelola tanaman pangan dan holtikultura di Sumut itu ada padi, jagung, kedele, bawang merah, cabe merah dan sayuran dan buahan.

Dari komoditi itu dijelaskannya bahwa yang sudah surplus adalah padi kemudian jagung. Dikatakan produksi di 2018 lebih kurang 5,3 juta ton. Artinya kalau beras lebih kurang 3,2 juta ton. Sementara konsumsi kita lebih kurang 1,7 juta ton.

“Melihat angka ini bahwa padi di Sumut surplus, dan bahkan beras merupakan peringkat ke 5 sumbangannya terhadap nasional,” ucapnya.

Lebih lanjut disebutkannya untuk komoditas jagung, produksi di Sumut 1,7 juta ton pertahun. Kebutuhan masyarakat Sumut 1,6 juta ton. Ini juga surplus.

“Kalau beras peringkat ke 5 nasional, jagung juga menduduki peringkat ke 6 sumbangannya terhadap nasional ditahun 2018,” ungkapnya.

Namun untuk produksi Kedelai disumut ia menegaskan pihaknya belum bisa memenuhi kebutuhan di Sumut, karena kebutuhan masyarakat Sumut itu lebih kurang 58 ribu ton sedangkan produksi kedelai baru mencapai 32 ribu ton. “Artinya masih kurang 25 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan Sumut.

Namun kendati begitu, produksi kedelai meski minim, Sumut masih tercatat sebagai peringkat ke 3 secara nasional yang dilihat dari luas pertanaman kedelai.

“Untuk menutupi atau memenuhi kebutuhan Sumut terhadap kedelai sampai saat ini Sumut masih melakukan impor kedelai,”

lebih lanjut, Dahler yang baru 6 bulan menjabat sebagai kepala dinas itu menyebutkan komoditas cabai merah maupun cabai jenis lainnya tercatat Sumut masih surplus (berlebih) untuk produksi cabai di Sumut sudah mencapai 151 ribu ton sedangkan kebutuhan di posisi 144 ribu ton. Sehingga ada 772 ribu ton berlebih.

“Luas areal tanam cabe di Sumut kita juga tercatat sebagai peringkat ke 3 seluruh Indonesia jadi kita surplus,” tegasnya.

Bawang merah juga masih kekurangan, begitu juga bawang putih. Banyak yang masuk Sumut dari provinsi lain.

Adapun langkah Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut mengatasi tanaman pangan yang masih belum bisa memenuhi kebutuhan Sumut yakni diantaranya pihaknya berupaya dengan membuat kawasan pertanaman, seperti bawang merah, sejak tahun 2018 sudah melakukan pertanaman di lubuk Cui Kabupaten Batubara seluas 480 hektar. Sedangkan bawang putih di Humbahas.

“Disitu kita fokuskan menanam bawang merah dan cabai, dan saat ini sednag ditanam cabai berumur 2 Minggu yang kita harapkan akan panen pada awal Desember 2019,” tegasnya.

Sementara itu, dengan adanya perluasan areal tanam ini dikatakannya juga sebagai upaya mewujudkan Sumut sebagai provinsi agraris khususnya dibidang pertanian. (Mahbubah Lubis)

 

Apa Tanggapan Anda?