Penukaran Uang Rupiah Di Kepulauan 3T Capai Rp 3,148 miliar

    28

    EDISIMEDAN .COM,MEDAN- Penukaran uang di Kas Keliling Bank Indonesia (BI) dengan menggunakan Kapal KRI Lepu di kepulauan terluar, terdepan dan terpencil (3T) mencapai Rp3,148 miliar.

    “Alhamdulillah animo masyarakat memanfaatkan Kas Keliling Kapal kerja sama BI dengan Angkatan Laut RI menggunakan KRI Lepu cukup tinggi,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Siswo Widayat di Belawan pada acara penyambutan KRI Lepu yang singgah di Pelabuhan Belawan pada Selasa,(2/4/2019)

    Dikatakanya Dari Rp 3,148 miliar yang ditukarkan, terbanyak ditukarkan masyarakat ada di Pulau Tebing Tinggi, Riau atau Rp1,5 miliar.

    Disusul Pulau Bengkalis Rp968juta, Pulau Panipahan Rp400juta, Pulau Kundur Rp180 juta, Pulau Rangsang Rp55 juta dan Pulau Rupat Rp45 juta.

    Menurut Wiwiek, selain penukaran uang pecahan kecil Rp 1.000, Rp2,000, Rp5.000 dan Rp10.000, program Kas Keliling Kapal itu juga dikuti dengan program penyerahan bantuan dan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah (Cikur).

    “Sosialisasi Cikur itu juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat khususnya di Pulau Rupat yang mengakui banyak menemukan uang Rupiah palsu,” ujarnya.

    Wiwiek Siswo Widayat mengatakan program penukaran uang di daerah 3T (terluar, terdepan dan terpencil) yang dimulai tanggal 27 Maret hingga 2 April 2019 merupakan bentuk koordinasi yang sangat baik antara BI dan Angkatan Laut.

    MoU soal layanan Kas Keliling Kapal antara BI dan Angkatan Laut dilakukan pada tahun 2017.

    “Kerja sama itu dilakukan dalam upaya penyediaan uang. BI
    ingin memastikan uang Rupiah ada dan tersedia di seluruh NKRI,” ujarnya.

    Kalau BI berupaya menjaga kedaultan uang Rupiah, maka TNI Angkutan Laut menjaga kedaulatan negara.

    “Kas Keliling Kapal itu juga dimaksudkan BI untuk mengurangi peredaran uang asing di daerah 3 T. Harapannya kerja sama bisa ditingkatkan khususnya di wilayah Sumut,” ujar Wiwiek Siswo Widayat.

    Danlantamal I Belawan, Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto menyebutkan, kerja sama dengan BI dalam layanan Kas Keliling Kapal itu bertujuan untuk menjaga kedaulatan negara. Penjagaan NKRI antara lain juga dilakukan dengan menjaga kedaultan uang di daerah khususnya di 3 T.

    Komandan KRI Lepu, Mayor Laut Martensyah menyebutkan, kendala program Kas Keliling Kapal antara lain tidak adanya pelabuhan sehingga untuk menjangkau masyarakat, petugas kas keliling harus menggunakan kapal kecil lainnya seperti perahu karet dan sekoci.

    Meski demikian, katanya tim terus bekerja dengan alasan kuat bahwa kedaultan uang Rupiah harus terjaga agar pulau – pulau terluar itu tidak jatuh lagi ke tangan negara asing.

    “Dibeberapa pulau itu ditemukan uang rupiah yang kondisinya sudah sangat lusuh bahkan angkanya pun sudah tidak terlihat lagi, sehingga saya sangat mendukung program ini agar masyarakat disana dapat bertransaksi dengan uang rupiah,”tandasnya.(Mahbubah Lubis)

     

    Apa Tanggapan Anda?