Penyakit Tak Sembuh, Pria Ini Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

1894
Ilustrasi

EDISIMEDAN.com, BELAWAN – Putus asa akibat derita penyakit paru-paru tak sembuh, membuat Dony Arsip alias Nasib (51), mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Pria berprofesi sebagai mekanik elektronik melakukan bunuh diri di kamar rumahnya di Gang Juminten, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Jumat (7/7).

Menurut istri korban, Yusmalina, selama ini korban sudah lama menderita penyakit paru-paru. Upaya untuk berobat sudah berulang kali dilakukan korban, namun, penyakit yang dideritanya tak juga sembuh.

Yuslina sendiri tidak menyangka, suaminya mengambil keputusan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Sebab, paginya, saat dia hendak kerja, korban tidak melakukan hal mencurigakan.

“Saat saya pergi kerja, suami minta saya mengunci pintu rumah dari luar. Dia biasa keluar dari pintu belakang. Makanya tadi pagi saya kunci dari luar, saya tidak menyangka kalau suami saya sudah bunuh diri,” ungkap Yusmalina.

Dia baru tahu suaminya gantung diri ketika istirahat siang, Yumalina pulang ke rumah untuk makan siang. Alangkah terkejutnya Yusmalina melihat di kamar suaminya telah gantung diri dengan tali timba.

Yusmalina menjerit histeris memberitahukan kepada warga. mendengar jeritan itu, warga mendatangi rumah korban.

Dari hasil pemeriksaan polisi tidak ada ditemukan tanda kekerasan. Kondisi korban yang tergantung diturunkan untuk diidentifikasi. Keluarga tidak keberatan atas kematian korban membuat surat pernyataan.

Setelah melakukan olah TKP, pihak kepolisian mengamankan barang bukti dan memeriksa saksi, serta menerima surat tidak keberatan dari pihak keluarga.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Ponijo dikonfirmasi mengatakan, korban murni gantung diri, dari hasil pemeriksaan tidak ada ditemukan tanda kekerasan.

“Korban selama ini sakit paru-paru, jadi putus asa karena penyakitnya tak sembuh. Istrinya tidak keberatan makanya jenazah tidak kita visum ke rumah sakit,” kata Ponijo. [faiz]

Apa Tanggapan Anda?