Peran Introvert , Ekstrovert Dan Ambivert Dalam Industri Kerja Penulis: Rina Adriani Silalahi, SE

126

EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Dalam ekosistem kerja, dapat dipastikan Kita bertemu dengan berbagai macam karakter manusia Yang sejatinya memiliki harapan Yang Sama untuk menciptakan iklim kerja Yang kondusif.

Salah satu tujuan dibutuhkannya para lulusan ilmu psikologi yaitu untuk menyaring kandidat dari berbagai disiplin ilmu untuk dapat bekerja sesuai Latar belakang pendidikan Dan kemampuannya sehingga menghasilkan manfaat Yang optimal . Seperti pepatah bijak berbunyi the right man in the right place.

Dalam ilmu psikologi karakter manusia dapat dibagi Dalam 4 golongan diantaranya sanguinis, koleris, melankolis Dan Yang terakhir dapat Kita temukan plegmatis. Adalah karakter Yang Salah diantara keempatnya? Jawabannya tidak. Tidak Ada Yang salah Di antara keempat tipe kepribadian Di atas. Masing- masing karakter memiliki porsi kelebihan Dan kekurangannya. Sebut saja masalah kecocokan adalah hal fundamental Yang kerap menjadi cikal bakal timbulnya pergesekan.

Ada 3 tipe karakter manusia ditinjau Dari ilmu psikologi diantaranya introvert, ekstrovert Dan ambivert.

Seperti apa ciri manusia Yang tergolong introvert ? Pada umumnya mereka Yang memiliki karakter ini tidak suka basa basi. Supplai energi terbesar mereka peroleh dengan meluangkan lebih Banyak waktu untuk diri sendiri (me time) entah untuk urusan pribadi, pekerjaan atau bahkan sosial.

Bicara tentang sosial, Dalam interaksi sosialnya sehari-hari introvert sering Kali merasa canggung terutama bila bertemu dengan orang baru. Dalam lingkup acara resmi mereka cenderung merasa tidak nyaman. Dalam situasi ramai, mereka bingung untuk memulai percakapan sehingga cenderung pasif Yang akhirnya membuahkan label “sombong”.

Jika kaum ekstrovert memasok energinya dengan melibatkan orang disekitarnya tidak demikian dengan introvert, karena memang kebutuhan me time introvert Yang lebih Banyak. Introvert merupakan karyawan Yang tangguh Karena mampu memperhatikan hal secara detail meskipun kerap Kali Kita jarang mendengar ide cemerlang Lahir dari buah pikirannya. Penyebabnya tak lain Karena kaum introvert cenderung lebih nyaman berkomunikasi lewat tulisan daripada berkomunikasi Lisan. Oleh karenanya mereka lebih memilih untuk bekerja sendiri Di banding membangun Tim. Tenaga akuntansi, perpajakan, bendahara, perancang anggaran, designer, programmer komputer, merupakan beberapa Jeni’s pekerjaan Yang direkomendasikan bagi kaum introvert.

bagaimana dengan ekstrovert ? Ciri Ekstrovert ditandai dengan pribadi Yang senang menjadi pusat perhatian. Mereka pada umumnya memompa energi dengan cara berinteraksi sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya. Perubahan emosi kaum inipun dapat terlihat jelas dengan gamblang baik ketika senang maupun sedih, ketika sakit, ketika sedang memiliki masalah pribadi atau emosi lainnya Yang biasa terjadi Dalam kehidupan, Karena mereka tidak mampu menutupinya. Pekerjaan sebagai kehumasan, sales produk, tenaga peliputan merupakan Jeni’s pekerjaan Yang tepat untuk tipe kepribadian ini.

Berbeda halnya dengan ambivert merupakan tipe kepribadian Yang konklusif perpaduan antara introvert Dan ekstrovert. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Adam grant dari The Wharton School, University of Pennsylvania, 2/3 manusia merupakan ambirvert. Kaum ambivert cenderung moody, disisi lain mereka merupakan komunikator Yang handal.

Berdasarkan pengamatan penulis pada lingkup organisasi kerja sehari-hari, penulis dapat menemukan karakter introvert Dan ekstrovert dengan mudah. Namun untuk karakter ambivert penulis sendiri nyaris belum pernah bertemu dengan pribadi dimaksud.

Bisik-bisik Di setiap sub bagian seolah menjadi bumbu penambah keragaman. Dengan tidak menjadi oknum Yang memprovokasi suasana sudah sangat memberikan kontribusi Yang positif terlebih untuk diri sendiri. Kemampuan untuk mengendalikan diri menjadi ujian terberat pada sesi ini. Karena Di tiap organisasi perbedaan pendapat Dan ritme kerja biasa Dan lumrah terjadi. Dalam lingkup organisasi seringkali perbedaan karakter menjadi kendala Dari masing-masing individu untuk menjalin kerjasama. Disinilah dibutuhkan sikap Yang bijak untuk menyikapinya. Keegoisan tak dapat dibiarkan berkembang Karena nantinya Akan menghambat laju akselerasi organisasi. Solusinya dengan menumbuhkan kesadaran Yang normatif Dari unit personal.

 

Apa Tanggapan Anda?