Pernah Kehilangan Kaca Spion, Mungkin Mereka Ini Pelaku Pencuriannya

204
PENCURIAN. Tiga orang pelaku spesialis pencurian kaca spion mobil mewah di Medan diringkus unit Reskrim Polsek Helvetia. Polisi juga meringkus seorang penadah kaca spion curian tersebut. Para pelaku yang diamankan sudah lebih dari lima kali menjalan aksinya.[edisimedan.com/ist]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Tiga orang pelaku spesialis pencurian kaca spion di Medan diringkus unit Reskrim Polsek Helvetia. Para pelaku yang diamankan sudah lebih dari lima kali menjalan aksinya.

Adapun para tersangka yang diamankan yakni SW (23) dan FH (22) warga Jalan Kapten Sumarsono Karya II Gg Swakarya kec. Medan Sunggal, dan DWS (23) warga Kapten Muslim.

“Dari pengakuan para tersangka, ternyata mereka memang sering mencuri spion mobil. Sasarannya mobil-mobil mewah yang terparkir,” ucap Kapolsek Helvetia Kompol Trila Murni, Kamis (8/3/2018).

Selain ketiga pelaku, polisi juga meringkus tersangka penadah kaca spion curian tersebut.”Kaca spion yang mereka curi semua dijual kepada penadah yang berada di Jalan Bintang, sehingga anggota unit reskrim Polsek Helvetia melakukan penyelidik terhadap pelaku penadah dan sudah di ketahui namanya dan diakukan penangkapan AUB alias wak Kel,” urai Trila.

Pengungkapan sindikat pencurian kaca spion ini berawal dari laporan salah seorang warga yang kehilangan kaca spion mobil Toyota Rush No Pol L 124 DT.warna putih mutiara di Jalan Amal Luhur, Perumahan The Suites II No G 1.kec Medan Helvetia pada Minggu (28/1/2018) pagi.

Sebelum pencurian itu, pihak keamanan komplek perumahan tersebut menyebutkan ada dua orang dengan mempergunakan yang mendekati mobil korban. Korban bernama Roman Smaradhama itu pun lantas membuat laporan polisi.

” Petugas kita kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya diketahui siapa tersangka yang melakukan pencurian kaca spion milik pelapor sehingga anggota unit reskrim melakukan penangkapan terhadap para tersangka,”ucap Kompol Trla Murni, Kamis.

Berdasarkan keterangan para pelaku,antara lain aksi kejahatan ini dilakukan di delapan tempat di kota Medan. [ska]

Apa Tanggapan Anda?