Home / BINJAI / SUMUT / Pers Binjai Siap Bantu KPU Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pada Pilkada Binjai Tahun 2020, Bagian I

Pers Binjai Siap Bantu KPU Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pada Pilkada Binjai Tahun 2020, Bagian I


Petugas PPDP Percukaian setelah dihubungi PPK Binjai Utara

Tulisan ini akan diikut sertakan dalam lomba karya tulis KPU Binjai.

EDISIMEDAN.COM, Binjai – Dalam rangka mensukseskan dan pencapaian target partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen pada Pemilihan Umum (Pemilu) Kota Binjai Tahun 2020, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai dipimpin Ketua Zulfan Effendi sekaligus merangkap Divisi Keuangan, Umum dan Logistik, Robby Effendi Devisi SDM dan Parmas, Arifin Saleh Devisi Hukum dan Pengawasan, Abdulah Arkam Devisi Perencanaan dan Data , Risno Fiardi Devisi Tehnis terus bekerja keras setelah sempat vakum karena mengganasnya wabah Covid 19.

Sempat tertunda tiga bulan karena Pandemi Covid 19, akhirnya KPU Binjai kembali bisa bekerja. setelah keluar Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 5 Tahun 2020 dengan jadwal pencoblosan tanggal 9 Desember 2020. Pemilihan kepala daerah 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia, 270 wilayah ini meliputi 9 provinsi , 224 kabupaten, dan 37 kota termasuk Kota Binjai.

Pihak Komisioner KPU Binjai memandang pers memegang peranan penting dalam mewujudkan masyarakat demokratis yang merupakan unsur bagi negara dan pemerintahan demokrasi. Untuk itu pihak KPU Binjai di wakili Ketua Zulfan Effendi dan Robby Effendi mengadakan pertemuan sosialisasi dengan insan pers Binjai di Pondok Bukit Coklat Binjai pada Jum’at, tanggal 24 Juli 2020 lalu.

Dalam pertemuan dengan wartawan media cetak, online dan elektroknik di Pondok Bukit Coklat pihak KPU Binjai menyampaikan tahapan program dan jadwal penyelenggaran pemilihan walikota dan wakil walikota tahun 2020 diantaranya adalah melakukan pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada tanggal 15 Juni 2020. Sosialisasi berupa Seminar Nasional Online melalui Media Dalam Jaringan (Zoom Meeting) pada tanggal 2 Juli 2020 dengan salah satu pembicaranya adalah anggota KPU RI I Dewa Kade Raka Sandi,ST,SH,MSi.

Baca Juga:  Ribuan Warga Sambut 7 Jenazah Korban Kebakaran Sambirejo Langkat.

Dan yang paling krusial adalah perengkrutan Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) KPU Kota Binjai yang sudah terbentuk tanggal 10 Juli 2020. Disini Pers menyadari bahwa PPDP merupakan ujung tombak untuk pencapaian target partisipasi pemilih selain itu juga peran aktif elemen masyarakat Binjai. Berdasarkan konfirmasi kepada salah satu anggota PPK Binjai Utara diperoleh keterangan bahwa jumlah petugas PPDP mencapai 473 sesuai dengan jumlah TPS se-kota Binjai.

Info terbaru juga diperoleh tiga orang petugas PPDP Binjai Timur  pada Senin,(3/8/2020) lalu, menerima cinderamata khusus dari KPU Binjai . Ketiganya dinilai paling cepat menyelesaikan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di wilayah kerjanya hanya dalam waktu satu pekan terhitung sejak 23 hingga 29 Juli 2020.

Ketiga petugas PPDP itu yakni Noni Rivawani PPDP TPS VII, M.Billy Fernanda PPDP TPS XX, dan Yuli Fransisca PPDP XXI. Ketiganya merupakan warga Kelurahan Sumbermuliorejo, Kecamatan Binjai Timur.

Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan pada saat petugas PPDP melaksanakan tugasnya untuk mencoklit pemilih di TPS wilayah kerjanya. Contohnya dialami langsung oleh penulis. Dimana penulis yang jarang dirumah dianggap pindah domisili oleh petugas PPDP ditempat penulis menetap.

Baca Juga:  Dalam Sehari, 40 Orang di Indonesia Tewas Akibat Narkoba

Penulis yang kebetulan ada kenal dengan seorang petugas PPK Binjai Utara bernama Ratih berinisiatif minta tolong untuk bertemu dengan petugas PPDP di kediamannya. Permintaan itu disanggupi oleh PPK Binjai Utara Ratih, ia pun menelpon petugas PPS Binjai Utara. Sekitar 45 menit , datang petugas PPDP kekediaman penulis, akhirnya penulispun tercoklit bersama anaknya yang terdaftar di KK nya.

Kordinasi Kepling Dengan PPDP Kunci Utama Partisipasi Pemilih.

Sementara itu berdasarkan wawancara penulis dengan salah satu kepala lingkungan III Kelurahan Satria Erfin T, diperoleh keterangan betapa sangat pentingnya kordinasi antara kepling dengan petugas PPDT dalam meningkatkan partispasi pemilih pada pilkada Kota Binjai tahun ini.

Menurut Erfin T, seorang keplinglah yang tahu kapan saat berkunjung petugas PPDT kerumah warga. “Di TPS III Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota cepat  pencoklitannya karena petugas PPDP bersama kepling berkordinasi sehingga tahu jam berkunjung ke warga dan situasi data potensial pemilih sesuai dengan DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan) ,”kata Irfin T.

Pencoklitan disini di TPS III Kelurahan Satria selesai dalam waktu seminggu. Rata-rata satu hari kami bisa mencoklit 18 KK  sampai 20 KK dari total 132 KK yang ada di lingkungan III ini ,”kata Erfin T.

Baca Juga:  Covid-19 Bukan Aib, Masyarakat Diimbau Tidak Stigmatisasi Penderita

Lebih jauh Erfin T biasa disapa Abok menyebut, berdasarkan protap kesehatan covid 19, satu TPS maksimun 400 pemilih. Pemilih ganda kemungkinan tidak ada karena sudah terdata online oleh petugas coklit.

“Secara elektronik untuk kelurahan Satria, Binjai Kota tercoklit 2722 orang pemilih ternasuk yang sudah meninggal dan pindah domisili. Nah dari jumlah diatas 2722 itu, biasanya akan berkurang sekitar 15 persen setelah masuk ke tahap DPS (daftar pemilih sementara) dan tidak kalah penting pada tahap DPSHP ( daftar pemilih sementara hasil perbaikan) jangan sampai ada lagi warga yang ketinggalan  ,”pungkas Abok.

Masih soal kinerja PPDP, seorang pelajar bernama Ibnu, warga Gang Ayahanda , Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara mengaku sudah di coklit oleh petugas PPDP meski ia belum memiliki KTP. “ Ia om..umurku sudah 17 tahun jadi aku tercoklit ,”kata Ibnu.

Melihat dari keterangan Ibnu penulis menilai langkah atau kinerja KPU Binjai sudah berjalan sesuai dengan keinginan bersama. “ Point penting yaitu tentang keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan pilkada. Bahwa kami adalah pejuang demokrasi dimasa pandemi, kami tetap menjaga hak-hak azasi masyarakat yaitu hak untuk tetap memilih pemimpin kota Binjai. Namun tetap melakukan penerapan protokol kesehatan dalam setiap pelaksanaan tahapan penyelenggaraan pilkada sesuai perpu nomor 6 tahun 2020 ,”kata Ratih PPK Binjai Utara.

Bersambung…

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up