Home / BINJAI / LANGKAT / SUMUT / PH Minta Hakim Bebaskan Okor Ginting Karena Saksi Susilawati Beri Keterangan Berbeda Atau Palsu

PH Minta Hakim Bebaskan Okor Ginting Karena Saksi Susilawati Beri Keterangan Berbeda Atau Palsu


EDISIMEDAN.COM,LANGKAT – Sidang kasus yang didakwakan kepada Seri Ukur Ginting alias Okor, Rasita Ginting, Pardianto dan Sentosa Ginting kembali digelar di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa 10 Agustus 2021.

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 4 orang saksi dan memberi keterangan secara daring dari kantor Kejaksaan. Keempat saksi yang dihadirkan JPU adalah Susilawati Sembiring warga Bukit Dinding, Sumaini alias Sum, warga Bukit Dinding, Esti Darminati warga Bukit Dinding dan Maulita alias Ita warga Dusun 8 Sumber rejo.

 

Saat persidangan yang dipimpin As’ad Rahim Lubis berlangsung, saksi Susilawati mengaku bahwa sebelum penyerangan kediaman Okor Ginting di Desa Besilam Bukit Lembasah, Kecamatan Wampu, Langkat, terjadi, Okor Ginting bersama Rasita, Sentosa alias Tosa dan Pardianto datang ke kantor Kepala Desa.

 

“Saya datang bersama sekitar 25 orang omak-omak untuk sampaikan aspirasi kepada kades . Kedatangan kami terkait selebaran dari kades yang yang isinya  harus menjual sawit kepada Okor Ginting ,”kata Susilawati kepada Ketua Hakim

 

“Kami tidak mau menjual sawit kepada Okor kami ingin menjual bebas, kami dalam tekanan ,”kata Susilawti kepada Hakim

Baca Juga:  Tengku Erry Deklarasikan Ikon Baru Sumut, "Semua Urusan Mesti Tuntas"

 

“Tekanan seperti apa selama ini ,”tanya Hakim

 

Anehnya tertekan karena selebaran itu, Susilawti mengaku tidak pernah menjual sawit kepada Okor , ia mengaku menjual kepada agen lain.

 

“Kami tertekan tapi tidak menjual kepada Okor ,” ujarnya.

 

“Berarti anda toke sawit ,”kata Hakim dengan nada keras kepada Susilawti saksi.

 

Tambah aneh lagi, Susi mengaku ketakutan di bawah tekaNan dan mengatakan jika tidak menjual kepada Okor di denda sedangkan dirinya sendiri tidak pernah menjual kepada Okor. “ Saya jual sawit dengan menitipkan kepada abang saya ,”ujar saksi Ssilawati.

 

Kalo anda tertekan dan ketakutan kenapa tidak lapor babinsa, camat dan polres. Atau sekalian lapor ke bupati ,”kata Hakim ketua As’ad Rahim Lubis,SH.

 

Lucunya lagi saksi Susilawti mengaku tidak punya keberanian untuk melapor kepada hakim.

 

Kemudian Susilawi kepada Hakim menceritakan kronologis peristiwa tersebut.

 

Disana mereka memaki kami dan menganiaya kami karena melaporkan tekanan yang selama ini terjadi kepada kami,” kata Susilawati.

Baca Juga:  Bank DBS Indonesia dan Manulife Kerjasama Tiga Investasi Baru

 

Susilawati menambahkan, kalau warga juga dipaksa untuk menandatangani surat kosong oleh Pardianto.

 

Namun, Susilawati menyebut bahwa Rasita Ginting tidak ada memaki warga menganiaya warga, tapi hanya membantu membawa Okor yang saat itu sedang sakit.

 

“Waktu itu Rasita tidak ada memaki kami. Dia hanya bilang, apa mau kalian. Bapak sudah datang jauh dari Stabat hanya untuk mengurusi kalian,” kenang Susilawati saat itu.

 

Akan tetapi, Ketua tim kuasa hukum Okor, Minola Sebayang menyebut kalau saksi pelapor, Susilawati Sembiring yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rio Sihombing tidak berkompeten dan memberi keterangan palsu.

 

“Karena kita tahu sama – sama, keterangan saksi sewaktu persidangan berbeda dengan hasil berita acara sewaktu melapor di Polres Langkat,” kata Minola.

 

Minola menerangkan, kalau Susilawati melaporkan Rasita Ginting karena memaki mereka sewaktu di Kantor Kepala Desa Besilam Bukit Lembasa dan membantu Okor memaksa warga menandatangani secarik kertas kosong.

 

“Akan tetapi sewaktu sidang, Susilawati mengakui kalau Rasita tidak ada memaki mereka dan memaksa warga menandatangani kertas kosong,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tidak Benar Lisa Andriani Mau Jadi Wakil Walikota Binjai

 

Minola menambahkan akibat keterangan dan laporan Susilawati ke Polres Langkat, Rasita ditangkap polisi sewaktu akan membuat laporan ke Polres Langkat.

 

“Akibat laporan saksi, klien saya ditangkap dan ditahan. Sehingga dia tidak bisa melihat anaknya yang masih kecil,” ungkap Minola.

 

Adanya perbedaan keterangan Susilawati dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan sewaktu Sidang, Minola meminta agar saksi Susilawati ditetapkan menjadi tersangka karena melanggar pasal 242 KUHP tentang keterangan palsu yang hukumannya diancam penjara paling lama sembilan tahun.

 

“Kita harapkan agar Majelis hakim membebaskan klien saya Rasita, karena klien saya sama sekali tidak ada melakukan seperti apa yang dilaporkan saksi korban,” ungkap Minola.

 

Sementara itu terdakwa Okor Ginting membantah semua apa yang dikatakan saksi Susilawati, begitu juga tedakwa Rasita dan Pardianto .

 

“Kayak binatang kita dibuat ,”kata Okor Ginting saat diminta hakim untuk memberi tanggapan atas keterangan Susilawati .(op)

Terkait


Berita Terbaru