Home / POLITIK / Pilkada Medan| Nama Orang Meninggal Juga Tercatat di DPT Online KPU

Pilkada Medan| Nama Orang Meninggal Juga Tercatat di DPT Online KPU


MEDAN| Dua jemaah haji asal Medan yang meninggal dunia dalam musibah jatuhnya crane di Arab Saudi, ternyata juga sudah terdaftar dalam aftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada serentak online milik KPU.

Penelusuran yang dilakukan EdisiMedan.Com di laman https://data.kpu.go.id/dpt2015.php, diketahui bahwa Painem terdaftar di TPS 29 dengan nomor urut 232. Sementara Saparini terdaftar di TPS 28 dengan nomor urut 353. Keduanya merupakan penduduk Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

Padahal, dua nama tersebut adalah jemaah asal Medan yang menjadi korban meninggal  dalam musibah crane jatuh di Masjidil Haram, Mekah pada Jumat 11 September 2015 lalu.

KPU Medan sendiri menetapkan jumlah DPT Pilkada Medan pada 2 Oktober 2015. Adapun jumlah DPT Pilkada Medan pada 9 Desember mendatang sebesar 1.985.096 jiwa.

Data DPT Pilkada Medan tersebut, kemudian dikirim ke KPU Pusat dan diumumkan dalam DPT secara online pada Senin (12/10/2015) lalu.

Baca Juga:  Eddy Aswari Datangi Acara Syukuran Hut PAN Binjai Ke 21

Panitia Pengawas Kecamatan Medan Deli, mengelak bertanggungjawab masuknya dua nama korban musibah crane jatuh tersebut dalam DPT Pilkada Medan, 9 Desember mendatang.

Komisioner Divisi Penindakan Panwascam Medan Deli, Muhammad Fadly S.Sos mengaku, pihaknya sudah pernah mengusulkan agar kedua nama tersebut untuk tidak dimasukkan dalam DPT. Namun tidak pernah diakomodir PPK.

“Masukan Panwas Kecamatan tidak pernah diakomodir dalam pleno DPT tingkat PPK. Padahal data-data tersebut sudah dipegang PPL Panwas Kecamatan,” ujar Fadly kepada EdisiMedan.Com, Kamis (15/10/2015).

Bahkan, ujar Fadly, pihak PPS tidak pernah menggelar pleno penentuan DPT di daerah tersebut. “Kami hanya disodori berita acara saja. Mana mau Panwascam menolak tandatangani berita acara itu,” tegasnya.

[Baca Juga: 2 Jemaah Meninggal dalam Musibah Crane Masuk DPT Pilkada Medan]

Sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Medan menolak Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2015 sebanyak 1.985.096 jiwa yang ditetapkan KPU Medan. Panwaslu meminta KPU Medan menunda penetapan DPT itu sampai dilakukan perbaikan atas temuan kejanggalan itu.

Baca Juga:  Jemaah Kaget Tetiba Eldin Nongol Waktu Salat Subuh

Anggota Panwaslu Medan Uliyansah Nasution mengaku, banyak hal yang janggal dalam DPT itu, termasuk zombie, orang gila dan orang yang sudah pindah. Zombie yang dimaksud Uli adalah orang yang sudah meninggal, tapi tetap terdaftar sebagai pemilih, begitu juga dengan orang dengan gangguan jiwa berat.

Karena itu Uli mempertanyakan kenapa KPU Medan sangat ngotot menetapkan DPT padahal jelas-jelas bermasalah.  “Untuk apa dilanjutkan kalau ternyata bermasalah. Sebaiknya ditunda dulu sampai diperbaiki,” pungkasnya. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up