Pintu Depan Pabrik Di Gembok, Manejer Salahkan Mandor Yang Tewas Terbakar

412
Pintu depan pabrik selalu di gembok pemicu korban tidak bisa keluar saat peristiwa terjadi.

EDISIMEDAN.COM,Binjai – Manejer PT. Kiat Unggul, Burhan justru menyalahkan mandor pabrik rumahan perakit mancis bernama Lia ( red :korban meninggal) di Desa Sambirejo yang menggembok pintu depan. Burhan menyebut pihak perusahaan tidak pernah memerintahkan Lia untuk mengunci pintu depan.

“Kami tidak ada perintahkan, mungkin insiatif dari mandornya saja karena alasan keamanan,” ujar Burhan saat ditanyai wartawan dalam temu pers di Mapolres Binjai, Senin,(24/6)

Ketika dihadirkan di acara temu pers, Burhan hanya berdiri mematung dan keringat dingin. Penampilan Burhan tampak sedikit berbeda. Potongan rambutnya sudah botak dan hanya bercelana pendek. “Aku kalau masuk kesana ya dari pintu depan karena memang kusuruh buka itu, ” kilahnya.

Pengakuan Burhan jelas sangat bertolak belakang dengan keterangan dari sejumlah sumber yang menyebut kalau selama beroperasi pintu depan pabrik mancis Sambirejo memang tidak pernah dibuka dan sudah dikunci mati.

“Saya pernah kesana tapi tidak masuk hanya nengok dari jendela luar saja karena pintu depannya dikunci,” kata Kades Sambirejo, Kusnadi.

Hal senada juga disampaikan Kapus (kepala Puskesmas) Sambirejo, Arlina. Ia mengaku pernah datang berkunjung untuk penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan para pekerja disana. “Kami masuk dari pintu samping. Karena pintu depannya dikunci,” ujarnya.

Burhan sendiri mengaku baru satu tahun setengah bekerja di lokasi tersebut. Sehingga tidak mengerti alasan kenapa perusahaan membuka cabang lain dengan mempekerjakan perempuan di rumah perakitan mancis. “Saya cuma melanjutkan saja apa yang diperintahkan,” ujarnya.

Ditanya berapa besaran gaji yang diperoleh setiap bulannya, Burhan mengaku menerima penghasilan sebesar Rp.10 juta. Jumlah ini jauh berbeda dengan gaji pekerja di pabrik mancis terbakar yang hanya memperoleh Rp.500 sampai Rp.700 ribu perbulan.

Setiap harinya, kata Burhan, pabrik rakitan mancis di Sambirejo bisa menghasilkan 25 ribu mancis siap edar. Dimana, untuk satu mancis dijual ke agen seharga Rp.500.

“Kalau total semuanya sama pabrik yang di Diski bisa produksi sampai 80 ribu mancis. Mr Liu tidak ada kaitannya dengan kejadian ini. Mr Liu hanya tenaga ahli yang disiapkan perusahaan untuk memproduksi mancis ,”terang Burhan. (op)

Apa Tanggapan Anda?