PN Medan Kukuhkan Darul Aitam Milik Aceh Sepakat

164
KETUA UMUM DPP Aceh Sepakat HM Husni Mustafa,SE (duduk tengah) didampingi Ketua Dewan Musapat (DM) DR Fauzi Usman,Ketua Yayasan Darul Aitam H Kamaruddin Harun, Ketua Pengawas H Salahuddin,SH dan pengurus lainnya. [edisimedan.com/fur]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Pengadilan Negeri (PN) Medan mengukuhkan status Yayasan Darul Aitam yang mengelola Panti Asuhan anak yatim piatu di Jalan Medan Area Selatan No 333A, Suka Ramai I, Kota Medan, adalah milik masyarakat di bawah naungan organisasi Aceh Sepakat.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Aceh Sepakat Sumut, HM Husni Mustafa,SE dan Sekretaris Umum HT Bahrumsyah,SH melalui kuasa hukumnya, Rahmat SH dari LBH Universitas Dharma Wangsa, di Medan, Selasa (6/2/2018).

“PN Medan menyatakan sah dan berkekuatan hukum akte nomor 2 tanggal 2 September 2014 yang dibuat di hadapan dan oleh Notaris Hj Mariama SH di Medan,” ujar Rahmat pada acara dihadiri Sekretaris DPP Aceh Sepakat HT Munthadar, T Arifin Husein, Bendahara H Faisal Pawangleman,SE,Ak, Ketua DM DR Fauzi Usman, Sekretaris HT Banta Sarjani dan pengurus lainnya.

“Menyatakan sah dan berkekuatan hukum Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI nomor AHU-05540.50.10.2014 tentang Pengesahan Badan Hukum Yayasan Darul Aitam Aceh Sepakat Medan.” bunyi poin lainnya dari putusan itu.

Dengan adanya putusan pengadilan ini, pihaknya berharap agar tidak ada lagi pihak-pihak yang mencoba mengaburkan dan menguasai Panti Asuhan Yatim Piatu Darul Aitam Aceh Sepakat Medan serta dapat segera menyerahkan sepenuhnya pengelolaan panti tersebut kepada Aceh Sepakat melalui kepengurusan yayasan yang sah.

Ketua Umum DPP Aceh Sepakat HM Husni Mustafa SE menyatakan bersyukur atas putusan PN Medan terkait status dan keberadaan Yayasan Darul Aitam Aceh milik Aceh Sepakat.

Sebelumnya Ditjen Asministrasi Hukum Umum Kemenkum dan HAM juga telah menerbitkan surat pengakuan atas perubahan data terkait Pembina, Pengurus, dan Pengawas Yayasan Darul Aitam Aceh Sepakat Medan berdasarkan Akte Nomor 7, tanggal 8 Agustus 2017 yang dibuat oleh Notaris Mariama SH di Kota Medan.

“Yayasan Darul Aitam Aceh Sepakat Medan sudah terdaftar dengan nomor AHU 0016389.AH.01.12. Tahun 2017 tanggal 31 Agustus 2017 yang ditandatangani Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkum HAM, Dr Freddy Harris SH LL ACCS,” jelas Husni Mustafa yang dalam kesempatan itu menyebutkan susunan Pengurus Yayasan Darul Aitam Aceh Sepakat Medan sesuai dalam Akte Nomor 7/2017 itu.

Pembina, Ketua HM Husni Mustafa SE, Anggota H Muzakir Abdul Salam, HT Bahrumsyah, H Fauzi Usman, H Banta Sarjani, H Ramli Daud. Pengawas, Ketua H Salahuddin, SH. Anggota H Faisal Pawang Leman,SE,Ak. Ketua Umum H Kamaruddin Harun, Ketua Idris SE, Ismail Gading, Rusdi Razali. Sekretaris Umum M Ya’kub, Sekretaris Muchtar Daud, Hasanuddin. Bendahara Umum Suryadi, Bendahara Taufiqurrahman.

Berita Terkait

Aceh Sepakat Somasi Yayasan Rumah Sakit Malahayati

Sekretaris Umum DPP Aceh Sepakat Sumut HT Bahrumsyah,SH menyatakan Aceh Sepakat akan terus memperjuangkan kebenaran terkait keberadaan yayasan-yayasan seluruh aset yang merupakan harta wakaf bagian dari amal usaha organisasi masyarakat Aceh ini termasuk salah satunya Yayasan Darul Aitam.

“Kita harus sungguh-sungguh memperjuangkan seluruh yayasan dan asetnya kembali di bawah naungan organisasi Aceh Sepakat sesuai amanah Mubes dan AD/ART,” tandas Bahrumsyah yang juga Anggota DPRD Medan ini.

Perlu digarisbawahi katanya, secanggih apapun teknologi yang dipakai manusia tidak bisa menutupi kebenaran. Kebenaran itu akhirnya tetap muncul kepermukaan. Ini terbukti, satu per satu, kebenaran soal yayasan-yayasan termasuk aset-aset organisasi Aceh Sepakat, telah ditunjukkan oleh Allah SWT.

Pertama kata Bahrumsyah, DPP Aceh Sepakat menang di pengadilan terkait
keabsahan kepengurusan hasil Mubes X. Kedua, DPP Aceh Sepakat atas kepemilikan Yayasan Aceh Sepakat beserta seluruh aset-asetnya.

“Kali iniYayasan Darul Aitam juga dinyatakan sah milik organisasi Aceh Sepakat oleh PN Medan.Kita sudah mengajak mereka mediasi, tapi mereka tidak mau. Akhirnya kebenaran itu kini ditunjukkan,” kata Bahrumsyah.[fur]

Apa Tanggapan Anda?