Home / NEWS / Polda Akui Meliana Si Pemicu Kerusuhan Tanjungbalai Diadukan Menistakan Agama

Polda Akui Meliana Si Pemicu Kerusuhan Tanjungbalai Diadukan Menistakan Agama


Meliana (46), warga Jalan Karya, Kelurahan Tanjungbalai 1, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, saat diamankan di Kantor Lurah setempat. Sikap ibu tiga anak itu disebut-sebut sebagai pemicu pembakaran rumah ibadah agama Budha di Tanjungbalai, Jumat malam hingga Sabtu dinihari (30/7/2016).

EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Pihak Kepolisian Sumatera Utara mengakui, saat ini pihaknya sudah memproses pengaduan warga masyarakat Tanjungbalai terhadap Meliana (46). Perempuan yang disebut-sebut sebagai pemicu kerusuhan di Tanjungbalai dilaporkan atas kasus penistaan terhadap agama (Islam).

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting kepada wartawan di kantornya di Medan, Selasa (2/8/2016).

“Tim Polres Tanjungbalai bersama tim Reskrim Polda Sumatera Utara tengah memproses Sdr M atas kasus penistaan terhadap agama yang diadukan warga masyarakat Tanjungbalai,” ujar Rina Sari Ginting.

BACA JUGA

Jadi Target Polisi, Pemilik Facebook Penyebar Kerusuhan Tanjungbalai

Warga dan TNI-Polri Gotong Royong Bersihkan Vihara yang Rusak di Tanjungbalai

Menurut Rina, sampai saat ini Meliana masih diamankan di Mapolresta Tanjungbalai untuk dimintai keterangan oleh tim penyidik.

Baca Juga:  Ada yang Sengaja Menciptakan Kerusuhan di Tanjungbalai

BACA JUGA
Provokasi Kerusuhan Tanjungbalai di Medsos, Pria Asal Jakarta Ditangkap

Untuk mendalami pengaduan tersebut, tim penyidik sedang meminta keterangan tim ahli bahasa untuk kepentingan penyidikan terhadap yang bersangkutan. “Kita perlu meminta keterangan ahli bahasa apakah ucapan saudari M itu ada unsur penistaan agama atau tidak,” ujar Rina.

Meliana, kata Rina, sampai saat ini masih diamankan di Mapolresta Tanjungbalai dan tetap masih dimintai keterangan oleh tim penyidik. Sedangkan terhadap tersangka, Rina mengatakan, sampai berita ini dibuat, tersangka sudah bertambah menjadi 18 orang. Sedangkan saksi yang diperiksa sudah mencapai 54 orang. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up