Home / NEWS / Polda Bali Gelar Pra Rekontruksi untuk Tersangka Margriet

Polda Bali Gelar Pra Rekontruksi untuk Tersangka Margriet


Foto: Internet

DENPASAR| Tiga saksi dihadirkan saat Tim Inafis Polda Bali menggelar pra rekontruksi kasus penelantaran anak dengan tersangka Margriet Christina Megawe, ibu angkat Engeline, pada Senin (22/6/2015). Tiga saksi dalam kasus ini adalah Frangky A. Maringka, Yuliet Christien dan Lorraine I. Soriton. Mereka bertiga pernah tinggal di rumah Margriet dari November 2014-Maret 2015.

Dalam adegan pra rekonstruksi, Franky menjelaskan bagaimana Angeline dipukuli dengan bambu oleh Margaret. Franky menunjukkan 10 adegan. “Ya termasuk saat Angeline dipukuli dengan bambu,” katanya.

Dikutip dari republikaonline (ROL), juru bicara sekaligus pendamping hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2A) kota Denpasar dengan korban Angeline (P2TP2A), Siti Sapurah mengatakan, para saksi telah menjalani prarekonstruksi. Ada yang menjalani 10 adegan dan ada yang 11 adegan. “Untuk hari ini dianggap sudah cukup,” ucapnya.

Baca Juga:  UMSU Berduka, Aktivitas Perkuliahan Diliburkan Dua Hari

Prarekonstruksi dimulai sekitar 09.00 wita dan berakhir 11.30 wita. Setelah prarekonstruksi, para saksi kembali dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali untuk pemberkasan.

Salah satu saksi Frangky menjelaskan bahwa pihaknya sangat siap menjadi saksi atas kasus penelantaran anak. “Saya sudah anggap Angeline seperti anak sendiri. Saya siap menjadi saksi nanti,” ujarnya.

Margriet Bantah Bunuh Engeline

Sementara itu, Margriet Megawe, ibu angkat Engeline, kembali menegaskan jika ia tidak terlibat dalam pembunuhan itu, seperti yang dituduhkan oleh Agus, yang kini menjadi tersangka pembunuhan bocah perempuan tersebut.

“Margriet dari mula dia bilang tidak benar apa yang dituduhkan kepada dia. Dia (Margriet) bilang, Saya tidak melakukan pembunuhan, saya tidak tahu apa-apa,” kata pengacara Margriet, Hotma Sitompul kepada ROL, Senin (22/6/2015).

Hotma melanjutkan, Margriet pun tidak mengetahui kapan pembunuhan terhadap anak angkatnya terjadi. Menurutnya, saat kejadian tersebut, Margriet tidak di rumah karena sedang ke kantor polisi mencari Engeline dan melapor hilangnya anak angkatnya tersebut.

Baca Juga:  Kronologi Lengkap Jam per Jam Hingga Pelaku Tikam Leher Dosen UMSU 10 Kali

Karena ketidaktahuannya, maka menurut Hotma dia tidak mengetahui juga kejadiannya anak angkatnya dibunuh seperti apa.

“Kapan, jam berapa, hari apa, jadi susah dia jawabnya. Dia nggak tahu, jadi nggak bisa mengingat kejadian itu,” jelasnya.

Terkait dengan hal tersebut, ia menyatakan pengakuan Agus sudah jelas saat penguburan korban, Margriet tidak aa di rumah. Begitupun juga dengan mayat Engeline, menurut Hotma, mayat korban masih diletakan di kamar tersangka sehingga tidak ada yang mengetahui.

Diketahui, pengakuan tersangka, Agus Tai Hamdamai sebelumnya menyatakan ia yang memperkosa dan membunuh Engeline. Saat penguburan mayat korban, ia memang mengaku jika Mergriet tidak di rumah karena pergi brsama dua anak kandungnya ke polisi untuk melaporkan kehilangan Engeline.

Namun, pada Jumat (19/6/2015), Agus memberikan pengakuan berbeda kembali mengenai pembunuhan tersebut. Ia mengaku yang membunuh Engeline adalah Margriet, sedangkan Agus hanya membantu membungkus dan mengubur mayat korban. [rez|ROL]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up