Home / SUMUT / Polisi Dalami Temuan Ratusan Juta Uang Palsu di Nisel untuk Pilkada

Polisi Dalami Temuan Ratusan Juta Uang Palsu di Nisel untuk Pilkada


Satuan Reskrim Polres Nias Selatan, Sumatera Utara, berhasil mengamankansejumlah uang palsu senilai Rp 115 juta di sebuah gudang milik warga setempat, Senin (21/9/2015).

NIAS SELATAN| Ratusan juta uang palsu yang diamankan Satuan Reskrim Polres Nias Selatan di sebuah gudang Jalan Imam Bonjol, Teluk Dalam, Kabupaten Nias, disinyalir digunakan nantinya saat Pilkada serentak, Desember 2015 mendatang.

Pasalnya, oknum wartawan, yang diketahui polisi sebagai pemilik gudang tersebut merupakan salah satu tim sukses pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan, Idealisman Dachi dan Sio Gaho disingkat Ideal-Siga.

Kasat Reskrim Polres Nias Selatan, Iptu Bambang Priyatno mengatakan, pihaknya masih terus melakukan proses penyelidikan. “Hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun dua orang ditahan polisi, yakni pemilik dan penjaga gudang,” jelasnya. [Baca Juga: Polisi Sita Uang Palsu Senilai Rp 115 Juta di Nias Selatan].

Menurut Bambang Priyatno, pihaknya masih mendalami temuan uang palsu bernilai ratusan juta rupiah tersebut, apakah ada kemungkinan akan digunakan saat Pilkada mendatang.

Baca Juga:  Pelayanan KNIA Baik, Tapi Konsumen Minta Pejabat Angkasa Pura II Diganti dan Tak Setuju Taksi Online Beroperasi

“Uang palsu itu ada kemungkinan terkait dengan Pilkada, dimana ada kesempatan pelaku untuk mengedarkan uang palsu tersebut. Akan kami pastikan lagi. Kita akan terus mendalaminya,” ujar Bambang Priyatno.

Diberitakan, Satreskrim Polres Nias Selatan menemukan gudang penyimpanan uang palsu di Jalan Imam Bonjol, Teluk Dalam, Kabupaten Nias, Senin (21/9/2015).

Di gudang kopra milik Jefri Tegani tersebut, polisi menemukan tumpukan uang palsu berupa pecahan dua puluh ribu sebanyak 3.100 lembar sebesar Rp 62 juta, pecahan 100 ribu sebanyak 42 lembar dan 122 lembar lainnya masih tercetak di kertas jenis HVS.

Total keseluruhan uang palsu yang disita polisi senilai Rp 115 juta. Selain gudang, polisi juga menggeledah rumah wartawan tersebut yang dicurigai adanya alat pencetakan. Namun polisi tidak menemukan alat bukti yang lain.

Baca Juga:  Hanya Karena Persoalan Sepele, Petani di Nias Selatan Ini Aniaya Siswa SD Hingga Kritis

BANTAH Namun Jefri Tegani membantah uang palsu tersebut miliknya. Dia mengaku baru mengetahui setelah polisi menggeledah gudang kopra miliknya. Jefri curiga adanya oknum yang memanfaatkan situasi politik di Nias Selatan untuk mencelakai dirinya. [ded|bey]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up