Polisi Periksa Setya Novanto Terkait Insiden “Tiang Listrik”

59
Ketua DPR Setya Novanto saat dibawa ke rutan KPK sekitar pukul 23.30 WIB, Minggu (19/11/2017). Dia mengenakan rompi tahanan warna oranye. [foto: detik.com]

EDISIMEDAN.com, JAKARTA – Ketua DPR Setya Novanto dijadwalkan menjalani pemeriksaan polisi hari ini, Kamis (23/11/2017), terkait kecelakaan mobil yang menyebabkan mobil yang ditumpangi menabrak tiang listrik beberapa waktu lalu.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra, Setya Novanto akan diperiksa di salah satu ruangan di KPK, sekitar pukul 09.00 WIB. Setnov diperiksa dalam kapasitasnya sebagai korban.

“Nanti disiapkan ruangan oleh penyidik KPK. Penyidik empat orang (dari Polda Metro). Saya juga ke sana,” ujar Halim saat kepada wartawan.

Menurut Halim, pemeriksaan terhadap Setya Novanto dalam kecelakaan itu diperlukan untuk menggali keterangan mengenai aktivitas di dalam mobil sesaat sebelum terjadinya kecelakaan.

“(Ditanya) apa aktivitas dia di dalam mobil itu, apakah benar ia melakukan pembicaraan dengan pengemudi di depan,” kata Halim.

Selain itu, polisi juga akan menanyai seputar pecahnya kaca jendela mobil yang ada persis di sebelah kiri Setnov duduk. Kesaksian Setnov nantinya akan disinkronkan dengan bukti serta keterangan ahli dan saksi lainnya.

“Jadi kita ini melakukan penyidikan berdasarkan ilmiah,” ucap Halim.

Diketahui, Setya Novanto terlibat kecelakaan lalu lintas pada Kamis 16 November 2017 malam saat tengah dicari penyidik KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menjeratnya. Saat itu, Setnov hendak ke Studio Metro TV di Jakarta Barat untuk wawancara sebelum menyerahkan diri ke KPK.

Namun dalam perjalanan, mobil Fortuner yang dikendarai Setnov mengalami kecelakaan hingga menabrak tiang listrik. Akibatnya, mobil Fortuner tersebut mengalami kerusakan di bagian kap mesin dan bumper depan.

Selain itu, roda kanan depan pecah diduga akibat menghantam trotoar. Dan kaca tengah sebelah kiri juga pecah.

Setnov saat kejadian tengah bersama seorang ajudannya bernama Reza Pahlevi dan seorang wartawan bernama Hilman yang mengemudikan mobil Fortuner tersebut. Dalam kasus itu, Hilman ditetapkan polisi sebagai tersangka lantaran lalai saat mengemudi. [ded]

Apa Tanggapan Anda?