Home / / Polres Labuhanbatu Ciduk Pelaku Pembunuhan Badut

Polres Labuhanbatu Ciduk Pelaku Pembunuhan Badut


Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP M Firdaus menjelaskan kronoligis pembunuhan di Labura.

EDISIMEDAN.COM, LABUHANBATU – Kepolisian Resort Labuhanbatu meringkus Sukamel alias Kamel (28), warga Dusun Kelapa Raja Desa Sungai Sentang, Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Bambang Sahputra (30), Dusun III Suka Makmur Desa Adian Torop, Aek Natas Labura, Rabu (3/8/2016).

Keduanya ditahan dalam kasus pembunuhan terhadap Supriadi alias Badut (22), warga Dusun Pantai Belanak, Desa Sungai Sentang, Labura. Sementara, seorang lainnya yakni Junaidi alias Rempong (35), masuk dalam daftar orang paling dicari di Kepolisian Resort Labuhanbatu.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie melalui Kasat Reskrim AKP M Firdaus, menggelar paparan kasus dan penangkapan dua orang yang terlibat kasus pembunuhan korban di Mapolres Labuhanbatu, Kamis (4/8/2016).

Menurut AKP M Firdaus, perampokan dan pembunuhan korban Badut terjadi pada Minggu (24/7/2016) sekira pukul 01.00 WIB di jalan kampung Dusun Pantai Belanak Desa Sungai Sebatang.

Baca Juga:  Buntut Curanmor Tewas Diamuk Massa, Polisi Tetapkan 7 Tersangka

Motifnya sendiri diduga akibat sakit hati karena korban melaporkan aksi premanisme yang dilakukan Rempong (DPO), yang tak lain adalah preman kampung yang kerap mengganggu di lokasi tempat korban bekerja selaku bongkar muat.

Kepolisian secara maraton melakukan penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi yang sempat melihat Kamel dan Rempong berboncengan dengan sepedamotor RX King milik korban.

“Rempong sempat melarikan diri sebelum ditangkap kepolisian,” ujarnya seraya menambahkan polisi juga meringkusĀ Bambang Sahputra (30) selaku penadah kereta rampokan.

Dari tangan pelaku pembunuhan tersebut, pihak Polres Labuhanbatu mengamankan barang bukti berupa satu unit sepedamotor RX King warna merah, sepotong kayu bulat sepanjang satu meter, sandal warna coklat milik korban serta satu unit handphone.

Kronologis pembunuhan dari awal dinilai telah direncanakan, itu jika melihat persiapan maupun alat yang disediakan. “Mulai dari pengintaian hingga akhirnya pelaksanaan pembunuhan,” terang AKP M Firdaus diruangannya.

Baca Juga:  Korupsi Pembangunan Kantor Dispora Tobasa, Rekanan Proyek Dituntut 6,5 Tahun Penjara

Dipaparkannya, malam dini hari itu, korban telah ditunggu dua pelaku. Kamel kebetulan mendapat tugas pertama sebagai pengintai, sedangkan Rempong telah mempersiapkan potongan kayu bulat dan sebilah pisau yang juga telah digosok.

Setiba dekat dengan mereka, Rempong langsung melayangkan kayu bulatnya kearah dada korban. Pukulan sekuat tenaga itupun membuat Supardi alias Badut terjatuh dari atas sepeda motornya. Selanjutnya Kamel langsung memegang kedua tangan korban.

Saat itu korban masih sempat melakukan perlawanan. Dari bawah, korban menolak serta menunjang tubuh Kamel. Melihat itu, Rempong secepatnya menindih tubuh korban serta menghujani dada dan bagian perut hingga akhirnya tewas.

Selanjutnya, kedua pelaku mengangkat korban ke semak-semak serta menyandarkannya di pohon pisang. Setelah itu, Rempong mengambil dompet dan handphone, sedangkan Kamel mendirikan sepeda motor yang tadinya terjatuh.

Baca Juga:  Polda Sumut Amankan 3 Kg Sabu dari Komplek J City

Takut kedengaran aksi mereka, kedua pelaku mendorong sepeda motor korban hingga 1 kilometer dari lokasi pembunuhan. Setelah kartu SIM dibuang, Rempong menyerahkan handphone korban kepada Kamel. Terakhir, sepeda motor hasil curian itupun digadaikan kepada Bambang Sahputra seharga Rp500 ribu. [jar]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up