Home / DELI SERDANG / Polres Tebingtinggi Menahan Wadir RS dr Kumpulan Pane dalam Kasus Alkes

Polres Tebingtinggi Menahan Wadir RS dr Kumpulan Pane dalam Kasus Alkes


Ketua Panitia Rudianto ST MT saat dibawa keruangan penyidikan. [Foto: Saptha Nugraha Isa]

EDISIMEDAN.COM, TEBINGTINGGI- Satuan Reskrim Polres Tebingtinggi menetapkan Wakil Direktur (Wadir) RSUD dr H Kumpulan Pane Edi Saputra SH sebagai tersangka kasus pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) tahun 2012.  

Selain Wadir RSUD dr H Kumpulan Pane, Polres Tebingtinggi juga menetapkan status tersangka kepada dua orang lainnya yaitu Rudianto ST MT selaku Ketua Panitia Tender atau PPTK dan Sawaludin Direktur PT Magnum Global Mandiri sebagai rekanan.

Ketiga tersangka beserta seluruh barang bukti diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi Rabu (29/6/2016) sore tadi.

Penahanan ketiga tersangka Alkes ini merupakan prestasi tersendiri untuk AKBP Cahyati Dwimilawati SH MH yang baru satu bulan menjabat di Polres Tebingtinggi.  Pasalnya kasus tindak pidana korupsi proyek pengadaan alat kesehatan di RSUD dr Kumpulan Pane sempat dua tahun lebih penyidikkan jalan di tempat.

Untuk diketahui, pada tahun 2012 RSUD dr Kumpulan Pane mendapatkan dana alokasi dana bantuan sebesar Rp 5 Miliar yang bersumber dari APBN Tahun 2012 dan DIPA no: 3226/024-04.4.01/02/2012 tanggal 14 Juni 2012 untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes) sebanyak 11 jenis kegiatan seperti Rostul, peralatan dokter, KB dan lainnya yang bertujuan menunjang kepentingan pemeriksaan kesehatan masyarakat.

Baca Juga:  Tinjau Persiapan Pilkada Tebing Tinggi, Gubsu Erry: Walaupun Satu Calon, Kita Harus Tetap Waspada

Proyek itu pun dimenangkan Sawaluddin Direktur PT Magnum Global Mandiri yang sehari-harinya supir angkot yang tinggal di  Jalan Anyeler Lingkungan VIII Kelurahan Helvetia Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan.

Di tahun 2014 dari hasil penyelidikkan tim penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Tebingtinggi dan dikuatkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan adanya korupsi keuangan negara sekitar Rp 1,8 sehingga ketiga orang tersebut sebagai tersangka.

Akan tetapi selama  dua tahun lebih dengan dua kali pergantian Kapolres dan tiga kali kasat reskrim ternyata kasus pengadaan proyek Alkes itu terkesan jalan ditempat, atau mati suri.

Mengetahui adanya penunggakkan perkara itu, Kapolres Cahyati Dwimilawati tidak ikut diam dan menutup mata. Sebagai mantan penyidik Bareskrim Mabes Polri, AKBP Ciceu pun langsung memerintahkan AKP Sugeng W Santoso SH yang juga baru sebulan menjabat Kasat Reskrim menuntaskan perkara tersebut.

Baca Juga:  OTK Lepaskan Dua Tembakan Gegara Ponselnya Hilang di Diskotik LG

Dimana sekitar seminggu kemarin, penyidik jaksa Kejari Tebingtinggi pun menyatakan berkas perkara korupsi pengadaan Alkes itu lengkap atau P21 sehingga Rabu (29/6/2016) siang, AKP Sugeng W Santoso mengutus Kanti Tipikor Ipda S Panjaitan yang juga baru tiga bulan menjabat bersama penyidiknya melakukan tahap dua pelimpahan ketiga tersangka dan barang bukti kepenyidik jaksa Kejari Tebingtinggi.

“Kasus korupsi pengadaan alkes RSUD dr H Kumpulan Pane tahun 2012 sudah tuntas. Ketigas tersangka dan barang bukti sudah kami serahkan kepihak penyidik jaksa Kejari Tebing Tinggi karena berkas perkara sudah lengkap atau P21. Perihal adanya tersangka lain, kami masih lakukan penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim AKP Sugeng W Santoso SH dikonfirmasi melalui telepon selulernya Rabu (29/6/2016).

Langsung Ditahan
Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebingtinggi Fajar Rudi Manurung SH MH didampingi Kasi Pidsus Edi Tarigan SH di ruangan kerjanya, menyatakan setelah dilakukan pemeriksaan, pihaknya melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka dengan dititipkan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II B Tebingtinggi.

Baca Juga:  Terlibat Pungli, Tiga Pengurus TKBM Upaya Karya Belawan Disidangkan

Penahanan ketiga tersangka itu didasari takut melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan total kerugian keuangan negara sangat tinggi yakni Rp 1,8  miliar sesuai hasil audit BPKP.

Fajar Manurung menambahkan, ketiga tersangka dijerat melanggar pasal 2‎ ayat 1 subsidair pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 2009 tentang tindak pidana korupsi. Perihal keterlibatan Dirut RSUD dr H Kumpulan Pane dr H Nanang Fitri Aulia SpPK selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) masih menunggu hasil fakta sidang ketiga tersangka nantinya.

“Ketiga tersangka sudah ditetapkan ditahan di Lapas Klas II B Tebingtinggi. Perihal keterlibatan KPA sesuai hasil sidang ketiga tersangka itu nkarena dari persidangan nantinya akan terungkap peran peran para pelaku pengguna anggaran Alkes itu,” ujar Fajar Rudi Manurung singkat.‎  [SNI] 

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up