Home / / Pria Asal Nias Bunuh Teman Minum Tuaknya dengan Ekor Ikan Pari

Pria Asal Nias Bunuh Teman Minum Tuaknya dengan Ekor Ikan Pari


Pelaku pembunuhan ANB alias Ama Carlos (28) berdiri di atas jenazah YFZ alias Ama Teguh (33), yang tergeletak usai dibunuh menggunakan ekor ikan pari, Minggu (17/7/2016) sekitar pukul 16.30 WIB. Insiden pembunuhan ini sempat disaksikan warga. [Foto: sanuria.com]

EDISIMEDAN.COM, GUNUNGSITOLI— Ekor ikan pari ternyata bisa menjadi senjata yang mematikan. Dengan ekor ikan pari yang dikeringkan inilah, ANB alias Ama Carlos (28) menikam teman minum tuaknya, YFZ alias Ama Teguh (33) hingga tewas.

Akibat luka tikam di bagian dada dan bagian perut, korban YFZ alias Ama Teguh tewas di lokasi kejadian, sedangkan pelaku kini telah ditahan di Mapolres Nias untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Peristiwa pembunuhan yang menghebohkan warga ini terjadi di Desa Loloana’a Lolomoyo, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli Minggu (17/7/2016) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dilansir sanuria.com, media partner edisimedan.com di wilayah Nias, insiden diawali saat Ama Carlos (28) dan Ama Teguh minum tuak bersama di kedai milik Ama Ote Harefa pukul 10.00 Wib di Desa yang sama.

Penjelasan Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua melalui Ps Paur Humas Polres Nias Aiptu Osiduhugo Daeli, diketahui jika sebelum insiden penikaman, pelaku mendatangi kedai milik Ama Ote Harefa untuk minum tuak pukul 10.00 WIB. Pada pukul 14.00 WIB, korban juga datang di kedai yang sama dan duduk di samping pelaku.

Korban kemudian meminta pelaku untuk membeli tuak suling, sehingga keduanya minum tuak bersama. Namun, keduanya tiba-tiba bertengkar dan korban menantang pelaku untuk duel.

“Dari keterangan pelaku, sebelum kejadian, korban menantang pelaku untuk berkelahi, dan menepuk-nepuk pundak pelaku sambil berkata jika pelaku tidak bisa melawan dia berkelahi, dan badan besar pelaku bukan acuan untuk menang berkelahi. Pelaku kesal dan menyiram muka korban dengan tuak sambil pergi meninggalkan korban sendiri di kedai tersebut, dan kembali ke rumah,” terang Ps Paur Humas Polres Nias.

BACA JUGA
Tiga Korban yang Hilang Saat Memancing Ditemukan Tewas

Korban kemudian mengikuti pelaku dan berteriak-teriak di depan rumah pelaku sambil memaki dan menantang pelaku untuk berkelahi. Kesal atas perbuatan korban, pelaku mendatangi korban sambil membawa gunting dan ekor ikan pari yang telah dikeringkan sebagai senjata.

Di depan rumah pelaku, keduanya terlibat perkelahian, dan pelaku menikam ekor ikan pari yang telah dikeringkan hingga menancap di dada korban.

Karena ekor ikan pari tidak dapat dicabut oleh pelaku dari dada korban, pelaku kemudian menikam perut korban dengan gunting hingga tewas di lokasi kejadian.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 dan atau pasal 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up