Proses Banding, Kejati Sumut Kukuh Minta Ramadhan Pohan Ditahan

90

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) tetap bersikukuh meminta agar Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora Panjaitan ditahan dalam Rumah Tahanan (Rutan) Negara.

Permohonan ini pun mereka ajukan dalam memory kontra banding kasus penipuan sebesar Rp 15,3 miliar yang membelit kedua terdakwa di Pengadilan Tinggi Medan.

Namun kata ‎Kepala‎ Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, hingga saat ini, belum ada putusan hukum kasus penipuan ini, di Pengadilan Tinggi (PT) Medan, yang diterima Jaksa penuntut umum (JPU) sendiri.

“Belum ada putusan. Namun, dalam memory banding kita tetap mengajukan Ramadhan Pohan dan Savita Panjaitan untuk ditahan,” ungkap Sumanggar, Sabtu (20/1/2018).

Berita Terkait

Sumanggar juga menyayangkan proses hukum yang dinilainya lamban ditingkat banding ini. Karena sejak diputus di PN Medan pada Oktober lalu, ternyata pihak Ramadhan Pohan baru mengajukan memory banding beberapa waktu lalu.

“Saya tahu, dua hari lalu pihak Ramadhan Pohan baru menyampaikan memory banding. Jadinya, belum ada putusan hukum dalam kasus ini,” jelas Sumanggar.

Banding tersebut, disampaikan. Menurut Sumanggar ada beberapa poin dituntutan tidak diputusan majelis hakim di PN Medan, termasuk soal penetapan penahanan terhadap kedua terdakwa kasus penipuan itu.

“Makanya kita ajukan banding, sudah disampaikan didalam memory banding itu semuanya,” ungkap ‎mantan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Binjai itu.

Untuk diketahui, ‎Ramadhan Pohan dijatuhkan hukuman selama 15 bulan penjara oleh majelis hakim di PN Medan. Ia terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebesar Rp 15,3 miliar.

Meski ‎berstatus terpidana dan bersalah secara hukum. Namun, majelis hakim diketuai oleh Erintuah Damanik tidak melakukan penetapan penahanan terhadap mantan Calon Wali Kota Medan periode 2015-2020 itu. Dengan ini, usai sidang Ramadhan Pohan lenggang kaki meninggal gedung PN Medan dan masih terus menghirup udara bebas.

Dalam kasus penipuan ini, Wakil Sekretaris Jendral DPP Demokrat itu, bersalah melanggar Pasal 378 jo pasal 55 KUHPidana tentang penipuan. Vonis ini, sangat ringan dari tuntutan JPU, Sabarita Debora Ginting menuntut politisi partai Demokrat ini dengan hukuman selama 3 tahun penjara.

‎Sedangkan, terdakwa yang lain dalam kasus yang sama ini, yakni Savita Linda Hora Panjaitan divonis 9 bulan kurungan penjara di PN Medan, Kamis, 26 Oktober 2017, lalu. Dalam putusan ini, majelis hakim juga tidak melakukan penetapan penahanan terdakwa.

Tedakwa yang merupakan ‎mantan bendara pasangan Calon Wali Kota Medan dan Calon Wakil Wali Kota Medan, Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma pada Pilkada Medan 2015, dituntut JPU 1 Tahun dan enam bulan kurungan penjara.

Dalam dakwaan JPU, Savita Linda bersama Ramadhan Pohan didakwa melakukan penipuan dengan korbannya adalah Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan Laurenz Hendry Hamongan Sianipar. Dua korban yang berstatus ibu dan anak ini mengalami kerugian dengan total Rp15,3 miliar. [ska]

Apa Tanggapan Anda?