Home / NEWS / Provinsi Sumatera Utara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perubahan RPJMD Tahun 2019-2023

Provinsi Sumatera Utara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perubahan RPJMD Tahun 2019-2023


Kegiatan yang digelar Kamis (3/6/2021) di Santika Dyandra Hotel Medan itu dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Perwakilan Bappenas yang hadir secara virtual

EDISIMEDAN.com, MEDAN: Provinsi Sumatera Utara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perubahan RPJMD Tahun 2019-2023.

Kegiatan yang digelar Kamis (3/6/2021) di Santika Dyandra Hotel Medan itu dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Perwakilan Bappenas yang hadir secara virtual.

Kemudian tampak di lokasi acara Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani serta Forkopimda Sumut.

Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani memberi apresiasi yang tinggi kepada Pemprov Sumut.

“Semoga acara ini tidak seremonial semata. DPRD Sumut berkomitmen bersama Gubernur Sumut dan Wagub untuk membangun Sumut Bermartabat,” kata Politisi Partai NasDem tersebut.

Sementara itu, Gubsu Edy Rahmayadi memberi pemaparan terkait Akselerasi Pencapaian Sumut Bermartabat.

Mantan Pangkostrad tersebut memaparkan sebesar 82,64 persen masyarakat merasa puas terkait pelayanan publik.

Baca Juga:  RHK Motor di Medan Diterapkan Awal Desember

“Ini akumulasi capaian Kabupaten/ Kota sampai Provinsi.Karenanya kita harus terus duduk bersama membangun sinergitas dengan Gubernur sebagai perwakilan pusat,” kata Gubsu Edy Rahmayadi.

Soal kesempatan kerja, Gubsu menegaskan adanya sejumlah peningkatan.”Peningkatan kesempatan kerja dan berusaha melalui penyediaan lapangan kerja, Provinsi Sumut naik dari peringkat ke 32 menjadi peringkat 20,” urai Gubsu.

Di sisi lain, Gubsu juga terus bersinergi dengan pihak legislatif terkait penerimaan dana percepatan perbaikan jalan provinsi.

“Jalan provinsi di Sumut ada 3.000,5 kilometer. Anggaran untuk jalan hanya 400-600 miliar per tahun, atau hanya sekitar 30an kilometer saja per tahun. Untuk itu kami sebagai ekskutif meminta izin pada legislatif untuk kami upayakan meningkatkan penerimaan dana demi mempercepat perbaikan jalan provinsi,” kata Gubsu.

“Dan Sumut mendapat predikat 7 kali Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, tapi kita masih ada 11 Kabupaten yang masih Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang memengaruhi nilai Sumut. Ini akan sama-sama kita benahi,” urai Gubsu.

Baca Juga:  JNE Deklarasikan Hari Bahagia Bersama

Sumut juga diberi ganjaran sejumlah penghargaan. Di antaranya Keterbukaan Informasi Publik dari KI Pusat.

Masuk 10 besar daerah dengan kerukunan beragama serta 10 provinsi terbaik pembangunan daerah dari Bappenas tahun 2021.

Sementara itu Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya memberi apresiasi terselenggaranya Musrenbang Perubahan RPJMD tersebut.

Menurutnya, Musrenbang merupakan langkah penting dalam rangka pencapaian visi dan misi.”Ini sangat penting. Dan Kemendagri mengapresiasi langkah-langkah ini,” tegas Tito.

Mantan Kapolri tersebut menegaskan tentang dukungan Pemerintah Pusat terhadap pembangunan di Sumatera Utara.

“Dukungan pemerintah pusat seperti Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi, penetapan destinasi wisata prioritas, pengembangan Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei dan lainnya sebagainya.

Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat tercapainya Visi-Misi pembangunan Provinsi Sumatera Utara,” tegas Tito Karnavian.

Lukusan Akpol 1987 itu memberi pesan sejumlah pembenahan yang perlu dilakukan Pemprov Sumut.Di antaranya soal kontrol sistem keuangan daerah.

Baca Juga:  Pansus LKPJ : Dishub Medan Gagal Jalankan Tugas

“Yang perlu dibenahi Provsu, di antaranya digitalisasi sistem keuangan agar mudah dikontrol, penguatan UMKM, mempersiapkan SDM yang memiliki daya saing, menciptakan regulasi hingga memudahkan iklim investasi, pengontrolan ketersediaan sembako, menjalin kerjasama antar daerah dan pusat demi tercapainya visi misi nasional, optimalisasi potensi daerah berbasis teknologi agrikultur,” tukas Tito. [red]

Terkait


Berita Terbaru