Home / NEWS / Provokasi Kerusuhan Tanjungbalai di Medsos, Pria Asal Jakarta Ditangkap

Provokasi Kerusuhan Tanjungbalai di Medsos, Pria Asal Jakarta Ditangkap


Kepolisian menangkap AT alias Ahmad Taufiq (41), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, atas sangkaan penyebar ujaran kebencian di media sosial terkait aksi ricuh di Tanjungbalai.

EDISIMEDAN.COM, JAKARTA – Kepolisian menangkap AT alias Ahmad Taufiq (41), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, atas sangkaan penyebar ujaran kebencian di media sosial terkait kerusuhan bernuansa SARA di Tanjungbalai.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono, Ahmad Taufiq menyebarkan ujaran kebencian tersebut di akun Facebook pribadinya. AT menuliskan ujaran kebencian tersebut pada Minggu (31/7/2016) lalu.

AT ditangkap di kediamannya pada pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Menurut hasil pemeriksaan, ternyata AT menyebarluaskan ujaran kebencian tersebut di dua akun Facebook miliknya.

“Pelaku membuat akun Facebook menggunakan handphone-nya. Dia menulis status yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terkait kericuhan di Tanjungbalai,” ujar Awi di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/8/2016).

BACA JUGA
Polda Akui Meliana Si Pemicu Kerusuhan Tanjungbalai Diadukan Menistakan Agama

Baca Juga:  Kadis Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Binjai Jadi Tersangka Pengadaan Alata Peraga SD

Adapun status yang ditulis AT berbunyi: “Tanjung Balai Medan Rusuh 30 Juli 2016!! 6 Vihara dibakar buat Saudara Muslimku mari rapatkan barisan… Kita buat tragedi 98 terulang kembali Allahu Akbar”.

Awi bilang, status tersebut diupload, yang pada intinya yang bersangkutan ini, akun Ahmad Taufik ini menuliskan kata-kata berbau SARA yang menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan

“Dari tersangka diamankan sejumlah barang bukti berupa laptop, handphone yang digunakan untuk mengupload statusnya tersebut,” imbuhnya.

Sementara Wakil Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Hengky Haryadi, penangkapan terhadap AT merupakan tindaklanjut dari perintah Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian yang memerintahkan jajarannya untuk memburu para pelaku penyebar ujaran kebencian di media sosial.

Untuk itu, menurutnya, Polda Metro Jaya membuat satgas gabungan dan melakukan patroli cyber untuk mencari para pelaku.

Baca Juga:  Aktivitas Winny Putri Lubis di Instagram Ini Bikin Anak Medan Gemes

“Berdasarkan analisis atas kejadian yang ada dan meneruskan perintah Kapolri, kami membuat satgas gabungan dan melakukan monitoring dan patroli cyberhingga akhirnya AT ini kami tangkap,” ucapnya.

Selain Ahmad Taufiq, polisi juga melacak pengguna sosmed lain yang menyebarkan kebencian terkait kerusuhan Tanjungbalai
Selain Ahmad Taufiq, polisi juga melacak pengguna sosmed lain yang menyebarkan kebencian terkait kerusuhan Tanjungbalai

 

Satgas minitoring melakukan pemantauan selama 24 jam penuh untuk memantau postingan-postingan para netizen di media sosial yang bersifat provokatif dan menimbulkan kebencian terhadap kelompok-kelompok tertentu.

“Ternyata hasutan media sosial itu mempercepat eskalasi konflik di TKP dan dari kasus-kasus sebelumnya seperti kasus demo taksi beberapa waktu lalu, selalu didahului dengan adanya hasutan di media sosial,” lanjut Hengki.

Sehingga, lanjut Hengki, dengan adanya langkah-langkah monitoring media sosial ini, kerusuhan di Tanjungbalai tidak sampai meluas ke daerah lain. Adapun penangkapan terhadap tersangka dilakukan sebagai upaya memberikan efek jera (deterence effect) terhadap pelaku maupun masyarakat lainnya agar tidak menggunakan medsos untuk hal-hal yang bersifat negatif.

Baca Juga:  Kerap Melakukan Pungli, Warga Titipapan Diringkus Petugas

Akibat ulahnya, AT terancam dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) dan atau Pasal 27 ayat (3) junctoPasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156 KUHP dan atau 160 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman penjara selama enam tahun. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up