Home / NEWS / Proyek Pelabuhan Kuala Tanjung Capai 92 Persen

Proyek Pelabuhan Kuala Tanjung Capai 92 Persen


Pekerja menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Multi Purpose Kuala Tanjung milik PT Pelindo I, di Batubara, Sumatera Utara, Kamis (9/11/2017). Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap I berkapasitas 500 ribu TEUs telah mencapai 92 persen (sisi laut) dan 71 persen (sisi darat) ditargetkan selesai pada Desember 2017 dan beroperasi pada April 2018. (Foto: Edho Abrar]

EDISIMEDAN.com, MEDAN –  Progres pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara saat ini sudah mencapai 92% untuk sisi laut dan 71% untuk sisi darat.

Proyek yang menjadi garapan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 ini terus dikerjakan untuk mewujudkan Kuala Tanjung sebagai Pelabuhan Hub Internasional sebagaimana yang diharapkan pemerintah.

Pelabuhan Kuala Tanjung akan dikembangkan dalam 4 tahap, yaitu tahap I Pengembangan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung yang disiapkan dengan kapasitas 500 ribu TEUs.

Hahap II Pengembangan Kawasan Industri 3000 Ha (2016-2018), tahap III Pengembangan Dedicated/Hub Port (2017-2019) dan Tahap IV pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021-2023).

Pelabuhan Kuala Tanjung yang diproyeksikan akan menjadi pelabuhan terbesar dan menjadi hub internasional di kawasan barat Indonesia ini dikembangkan secara bertahap dan nantinya akan memiliki kapasitas hingga mencapai 20 juta TEUs.

Baca Juga:  Sengketa Pantai Anjing, Pelabuhan Belawan Terancam Tidak Beroperasi

Pengelola Terminal Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung dilaksanakan oleh PT Prima Multi Terminal yang merupakan anak usaha gabungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang meliputi: Pelindo 1, PT PP Tbk, dan PT Waskita Karya Tbk.

Saat ini tercatat Pelindo 1 menguasai saham mayoritas di PT Prima Multi Terminal sebesar 55%, PT PP memegang 25%, sedangkan PT Waskita Karya memiliki sisanya yaitu 20%.

ACS Humas Pelindo 1 Fiona Sari Utami mengatakan, bahwa untuk mewujudkan terminal multipurpose di Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo 1 juga sedang menyiapkan kawasan industri yang terpadu atau Industrial Gateway Port Kuala Tanjung seluas 3.000 hektar.

“Pelabuhan Kuala Tanjung ini direncanakan juga dengan pengembangan kawasan industri yang dapat semakin menurunkan biaya logistik serta berpeluang untuk menciptakan skala ekonomi. Diharapkan dengan adanya Pelabuhan Kuala Tanjung mampu meningkatkan kinerja logistik dan daya saing Indonesia sehingga bisa berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi,” jelas Fiona. [edho]

Terkait


Berita Terbaru