PT Inalum Fokus Benahi Kualitas Pendidikan di Batubara

35
Jajaran Direksi Inalum beserta staf foto bersama jajaran pengurus PWI Sumut, para pimpinan media massa dan insan penerangan di penghujung acara buka puasa bersama di Hotel JW Marriott Jln. Putri Hijau Medan, Jumat 25/5/2018. [edisiMedan.com/istimewa]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – PT Inalum telah menjadi perusahaan raksasa yang berbasis di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara dan telah menjadi Group Holding Pertambangan memiliki tanggungjawab untuk membenahi kualitas pendidikan di daerah itu.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Pelaksana merangkap Direktur Pengembangan Bisnis PT Inalum Oggy Achmad Kosasih menjawab pertanyaan wartawan soal masih sedikitnya warga Batubara menjadi karyawan Inalum, pada acara buka puasa bersama di Hotel JW Marriott Medan, Jumat (25/5/2018).

Menurut Oggy, soal sedikitnya warga Batubara yang lulus dalam penerimaan karyawan Inalum, disebabkan kurang mampu bersaingnya para pelajar Batubara dengan daerah lain.

“Padahal, standard nilai kelulusan khusus untuk Batubara dan Tobasa sudah diturunkan, tapi itu pun yang lulus masih banyak dari Medan,” ungkapnya.

Dijelaskan, sebagai perusahaan yang memiliki standard Internasional, tentu tidak bisa sembarangan melakukan penerimaan karyawan.

“PT Inalum punya standar operasi kerja sangat teknis dan terukur. Dengan standar ini, tidak mungkin kompromi dalam penerimaan karyawan,” jelas Oggy.

Meski secara umum secara grafik jumlah putra putri Batubara yang bekerja di Inalum meningkat dari tahun ke tahun, namun persoalan pendidikan di Batubara tersebut jadi beban sendiri bagi Inalum.

“Hal ini sudah menjadi perhatian kami, ke depan kami akan lakukan serangkaian kegiatan untuk peningkatan pendidikan atau pelatihan, sehingga kemampuan yang dimiliki dapat memenuhi standard kebutuhan perusahaanm,” jelasnya.

JAJARAN DIREKSI BARU

Diketahui, acara buka puasa ini digelar jajaran Direksi Inalum dengan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sumatera Utara (PWI Sumut), Pimpinan Redaksi, Insan Pers dan Penerangan.

Dalam kesempatan itu Oggy memaparkan, penunjukkan Inalum sebagai Induk Holding Industri Pertambangan dilakukan pada 27 November 2017 lalu membawahi empat anggota holding masing-masing PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk dan 9,36% saham PT Freeport Indonesia.

Oggy kemudian memperkenalkan pejabat baru dari direksi yaitu Direktur Utama Group Holding Budi Gunadi Sadikin, Direktur Keuangan Group Holding Orias Petrus Moedak, Direktur Layanan Strategis Group Holding Ogi Prastomiyono.

Sementara untuk jajaran Direktur operasional PT Inalum dijabat Direktur Produksi S.S Sijabat, Direktur Umum & Human Capital Carry Mumbunan serta Oggy Achmad Kosasih, sebagai Direktur Pengembangan Bisnis merangkap Direktur Pelaksana INALUM.

Di jajaran Dewan Komisaris ada Komisaris Utama Fajar Harry Sampurno, dengan para Komisaris masing-masing Agus Tjahajana Wirakusumah, Purbaya Yudhi Sadewa dan Muhammad Munir.

KINERJA INALUM 2017

Seperti diketahui, Inalum (Indonesia Asahan Aluminium) yang awalnya merupakan PT Inalum, sebuah perusahaan patungan perusahaan swasta Jepang dengan Pemerintah Indonesia yang didirikan pada 6 Januari 1976, sejak tanggal 19 Desember 2013 telah menjadi milik Negara Indonesia sepenuhnya, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Peralihan ini, kata Oggy bukan pengambilalihan Cuma-Cuma melainkan setelah membayar pengembalian saham para perusahaan anggota patungan.

Setelah menjadi BUMN, Inalum yang memiliki Pabrik Peleburan Aluminum besar di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara dan pembangkit listrik di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir dengan memanfaatkan air Sungai Asahan yang bersumber dari Danau Toba, mencapai perkembangan pesat. Saat ini perusahaan ini memiliki sebanyak 2.119 orang karyawan.

Selama tahun 2017 INALUM telah membukukan laba bersih sekitar Rp 1,5 triliun atau 60% diatas target RKAP 2017 sekitar Rp 0,9 triliun.

Selama tahun 2017 tersebut INALUM mampu memproduksi Aluminium batangan (ingot) sebanyak 215.192 ton dan produk Diversifikasi (Billet & Alloy) sebanyak 3.625 ton dengan penjualan Aluminium batangan (ingot) sebanyak 205.980 ton dan produk Diversifikasi (Billet & Alloy) sebanyak 1.296 ton.

“Selain itu, sebagai wujud komitmen kepedulian sosial, INALUM telah menyalurkan dana PKBL dan CSR selama tahun 2017 sekitar Rp30,4 miliar. Di samping itu, dalam melanjutkan komitmen INALUM untuk membantu permasalahan defisit energi listrik di wilayah Sumatera Utara, INALUM masih mengalokasikan sebagian dari produksi listrik sekitar 90 MW melalui PLN Sumatera Utara,” papar Oggy. [ded]

REPORTER:
REZA ANANDA

Apa Tanggapan Anda?