Home / NEWS / Puasa Salah Satu Metode Pulihkan Kesehatan

Puasa Salah Satu Metode Pulihkan Kesehatan


dr Jekson M Siahaan, BIO,MED saat menjadi pembicara pada Seminar Kesehatan yang digelar CNI dalam rangka Safari Ramadhan dan buka puasa bersama di Medan, Minggu (27/5)

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Manusia merupakan biang memproduksi toksin atau racun. Sumber toksin antara lain dari bahan pengawet dan polosi udara. Bahaya toksin mempercepat proses aging atau penuaan dan dapat menurunkan sistem imunitas tubuh.

Dulu orang dewasa yang terkena kanker, namun sekarang anak-anak juga bisa mengalami hal serupa.Ini dinamika penyakit yang terus berkembang dewasa ini. Sebentar-bentar sakit karena imunitas tubuh telah menurun. Justru itu masyarakat perlu terus meningkatkan kualitas kesehatan.

Hal itu diungkapkan dr Jekson M Siahaan,M BIO MED saat menjadi pembicara pada Seminar Kesehatan yang digelar Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) dalam rangka Safari Ramadhan 1439 H dirangkaikan dengan berbuka puasa bersama peserta seminar dan awak media di Medan, Minggu (27/5).

Dia menyebutkan salah satu metode yang dapat memulihkan kesehatan adalah dengan berpuasa. Orang berpuasa, usus beristirahat sekitar 12 jam. Puasa merupakan proses detoksifikasi tertua, aman dan efektif.

Baca Juga:  Kejari Tahan ADK Kepala Unit BRI Sudirman Binjai Dalam Kasus Dugaan Korupsi Senilai Rp 6,3 Miliyar

Bahkan kata dia, puasa dapat menyehatkan saluran pencernaan, meningkatkan pembakaran glukosa dalam hati dan imunitas. Selain itu mikroorganisme dalam tubuh diperbaiki sehingga radang bisa dihindari.

Bukan hanya itu dengan berpuasa, gaya hidup akan berubah. Sebelumnya makan saban waktu. Sedikit demi sedikit racun pun terus menumpuk di dalam tubuh dan sulit diturunkan.

“Itu sebabnya kita perlu detoksifikasi atau lintasan metabolisme yang mengurangi kadar racun di dalam tubuh, dengan penyerapan, distribusi, biotransformasi dan ekskresi molekul toksin. Tanpa detoksifikasi, racun terus bertambah dalam tubuh,” kata Jekson Siahaan pada acara yang dihadiri Santi dari CNI Jakarta dan Ajuando Naibaho, pimpinan member CNI Medan.

Sementara itu, Head Marketing Support CNI, Marselinus Ferdinad mengatakan untuk mendorong terciptanya masyarakat sehat dan mendapatkan hidup berkualitas, sejak awal berdiri 1 Oktober 1986, CNI memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat salah satunya kesehatan.

Baca Juga:  Pasien Keluhkan Pelayanan RSU Dr Pirngadi Medan

“Kami juga akan menggelar seminar kesehatan tentang bahaya kanker pada Juli 2018 dengan pembicara pakar Biologi dan Nutrisi dan NCH University, Prof Chau Chi Fai”, katanya.

Sebab kanker salah satu penyakit ditakuti di dunia. Lebih 30 % penyakit ini bisa disembuhkan dengan cara mengubah faktor risiko perilaku dan pola makan penyebab kanker. Ini memang penyakit yang ditakuti, namun bukan penyakit yang terjadi dalam waktu singkat, butuh waktu lama hingga sel-sel kanker berkembang dan menjadi ganas.

“CNI konsisten meyediakan suplemen kesehatan berkualitas. “Kami berkomitmen terus melakukan inovasi dan terobosan bisnis sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.[fur]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up