Home / MEDAN TODAY / NEWSSUMUT / Puluhan Pelayan HKBP Tanjung Sari Medan Ikut Program BPJS Ketenagakerjaan

Puluhan Pelayan HKBP Tanjung Sari Medan Ikut Program BPJS Ketenagakerjaan


Para sintua berfoto bersama dengan Kartu BPJS Ketenagakerjaan milik mereka, Kamis (06/12/2018). edisiMedan.com/sal)

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Puluhan Sintua (Pelayan Jemaat) Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Tanjung Sari Medan Distrik 10 Medan-Aceh menjadi peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sebagai wujud nyata menyambut Tahun Kesehatan dan Kebersihan dalam Lingkungan Hidup HKBP tahun 2018, Rabu (5/12/2018).

Dalam keterangan tertulisnya rabu (5/12/2018), Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis Karo Sanco Simanullang ST MT disela sela peringatan Hari Ulang Tahun BPJS Ketenagakerjaan ke-41 tanggal 5 Desember 2018 di Kabanjahe mengungkapkan, pimpinan Ressort HKBP Tanjung Sari dan seluruh pelayan penuh waktu telah menerima kartu dan sertifikat BPJS Ketenagakerjaan akhir pekan lalu.

Disebutkan, Pimpinan Ressort HKBP Tanjung Sari Pendeta Maulinus Ulises Wellington Siregar dalam sambutannya mengungkapkan, jaminan sosial bagi para pelayan gereja saat ini dirasakan sangat penting mengingat masih minimnya kesejahteraan para pendeta pasca pensiun sebagai pelayan.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumut Sosialisasikan Program Ke Abang Becak

“Guna menopang kesejahteraan parhalado (pelayan) yang telah memberikan pencerahan kerohanian, kini dan kedepan seharusnya dipikirkan bagaimana perbaikan pensiun dan sistem kesejahteraan pelayan terutama pendeta dan parhalado sebagai starting point memajukan gereja HKBP. Salah satunya Jaminan Pensiun yang diberikan Negara melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Pendeta Siregar yang pernah menjadi pendeta di HKBP Amerika Serikat.

Diungkapkan, pada saat melayani jemaat dalam urusan kerohanian dan bimbingan jemaat, resiko kecelakaan dijalan dan saat bertugas bisa saja terjadi sebagaimana sudah pernah terjadi kepada beberapa pendeta sebelumnya, dimana meninggal dunia pada saat melaksanakan tugas kependetaan dan juga saat sakit, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan santunannya.

“Saya menyambut baik usaha Dewan Diakonia HKBP Tanjung Sari yang memiliki inisiatif untuk melakukan pendaftaran ini sekaligus merupakan salah satu wujud nyata implementasi tahun kesehatan HKBP 2018 di resort ini,” ungkap Pendeta Siregar dengan nada bersemangat yang didampingi Ketua Dewan Diakonia HKBP Tanjung Sari Sintua Roman Hutauruk dan Uluan Jemaat HKBP Medan Permai Sintua Drs. Juandi Sidabutar, MSi.

Baca Juga:  Ekowisata Kampung Mangrove di Desa Bagan Serdang

Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Karo Sanco Simanullang ST MT mengungkapkan program BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun.

“Misalnya kalau mengikuti Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, dengan iuran yang relatif minim sebesar Rp 16.800 per orang setiap bulannya maka ketika terjadi meninggal dunia karena sakit, akan mendapatkan santunan Rp 24 juta,” jelas Sanco.

Artinya, keluarga yang ditinggalkan akan terbantu untuk menyambung kehidupan pasca meninggalnya si pekerja yang menjadi tulang punggung keluarga, tambah Manullang seraya mengucapkan terimakasih atas pendaftaran pelayan gereja setempat.

Dukung

Sementara itu Efin Romulo Naibaho, SE, MM salah seorang Jemaat HKBP Tanjung Sari yang saat ini tercatat sebagai Calon Legislatif dari Dapil 5 Kota Medan mengungkapkan sangat mendukung inisiatif Dewan Diakonia HKBP Tanjung Sari mendaftarkan pelayan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga:  Isu Koran Lokal| Pencurian di Pusat Pasar Dinilai Terorganisir

“Sebagai salah satu Ruas HKBP Tanjung Sari, tentu saya sangat bersyukur dan mendukung ikut sertanya pelayan menjadi bagian kesejahteraan dari program pemerintah. Apalagi jika seluruh ruas menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, tentu akan lebih baik lagi,” ungkap Efin yang saat ini caleg mewakili Partai Nasdem dari wilayah Tuntungan, Selayang, Polonia, Sunggal, Johor dan Maimun.

Ditambahkan, Jaminan Sosial menjadi salah satu tema strategis yang akan dibawa pada pemilihan legislatif 2019. “Saya akan berjuang agar seluruh pekerja di Kota Medan, mendapat jaminan sosial dan sedapat mungkin dibiayai oleh APBD, minimal iurannya di subsidi,” ungkap Efin. [fsl]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up