Home / / Pungli Pengusaha, Kapolsek Sukaramai Terima Dihukum 1 Tahun Penjara

Pungli Pengusaha, Kapolsek Sukaramai Terima Dihukum 1 Tahun Penjara


KASUS PUNGLI. Kapolsek Sukaramai, AKP Longser Sihombing menerima putusan satu tahun yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan terhadap dirinya.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Kapolsek Sukaramai, AKP Longser Sihombing menerima putusan satu tahun yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan terhadap dirinya.

Longser dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi berupa gratifikasi atau pungutan liar dengan nilai uang mencapai Rp 200 Juta.

“Terdakwa telah terbukti secara sah bersalah melanggar Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan alternatif kesatu lebih subsider JPU,” sebut ketua Majelis Hakim Sontan Marauke Sinaga dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakar VII Pengadilan Negeri Medan, Selasa (2/5/2017).

Dia juga dihukum membayar denda sebesar Rp 50 juta. “Dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 1 bulan,” ujar Hakim Sontan.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jpu. Sebelumnya Longser dituntut 1 tahun 6 bulan penjara. Menyikapi putusan ini, Jpu Handry menyatakan pikir-pikir. Namun LOngser melalui kuasa hukumnya menyatakan menerima.

Baca Juga:  Polisi Ciduk Supir Mobil Rental Pengguna Sabu-sabu

“Kami menerima yang Mulia,” ujar Longser melalui kuasa hukumnya.

Usai sidang sang mantan Kapolsek Sukaramai memilih enggan berkomentar. Tampak, ia dan sejumlah kerabatnya memilih untuk beristirahat di lobi Pengadilan.

Untuk diketahui, AKP Longser Sihombing terjaring operasi tangkap tanggan (OTT) oleh tim Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut disebuah kafe di Kota Medan, 3 September 2016, lalu.

AKP Longser Sihombing saat itu, bersama seorang pengusaha‎ bernama Triono Herlambang selaku manajer PT Karya Sakti Sejahtera (KSS). Pertemuan itu, untuk membicarakan kasus tengah diproses Polsek Sukaramai Resort Pakpak Bharat.

Terakhir, pihak KSS memberikan uang sebesar Rp 200 juta, guna untuk menghentikan proses penyeledikan, yang sudah naik ketingkat penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan jenis solar yang digunakan oleh PT KSS untuk pekerjaan proyek pembangkit listrik di Desa Kuta Nangka, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat.

Baca Juga:  Mayat Gadis yang Ditemukan di Kebun Londut Diduga Korban Pemerkosaan

Tak lama berselang dari pembicaraan kasus tersebut, Tim Propam Polda Sumut menangkap ‎AKP Longser Sihombing dengan barang bukti uang tunai Rp 200 juta dibungkus dalam sebuah tas. Dia pun, diamankan dan dilakukan pemeriksaan di Propam Polda Sumut. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up