Rakorda KKBPK Diharapkan Mampu Atasi Laju Jumlah Kependudukan.

54

EDISIMEDAN.COM,MEDAN- Rakorda Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Provinsi Sumut diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan Kependudukan salah satunya mengatasi laju kependudukan. Hal ini dikatakan Kepala BKKBN Pusat diwakilkan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, M. Yani pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2019 dengan tema meningkatkan sinergitas program kependudukan antara pusat dan daerah dalam rangka mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkulitas di Hotel Adimulya, Selasa (19/3/3/2019)

Dikatakanya, rakorda ini merupakan hal biasa hanya saja BKKBN itu tidak bisa bekerja sendiri melainkan harus dengan kemitraan. Rakorda ini digelar katanya dalam rangka untuk mengkoordinasikan kegiatan kegiatan program BKKBN. “Khusus untuk daerah kita ini ada beberapa indikator utama yang masih diatas rata-rata nasional. Saya mohon lewat rapat ini mari kita satukan langkah kita bersama-sama memenuhi yang menjadi ketetapan yang kita buat bersama,”katanya.

Salah satu indikator yang paling banyak di BKKBN ini terutama terkait dengan laju jumlah penduduk, diakuinya total fertility rate (TFR) Sumut masih 2,9 persen sedangkan yang diharapkan itu harusnya turun di 2,1. “Tentunya kerja keraslah, lewat rakor ini BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Utara harus mengambil moment ini dengan hadirnya Bappeda sebagai salah satu Dinas dan lintas sektor yang sangat penting bagi daerah kita dapat mengkordinasikan ini,”tegasnya.

Ia juga Menyingung masih adanya anggaran yang belum dimanfaatkan secara maksimal ia meminta agar kedepannya dengan rakor ini dapat memikirkan bagaimana strategi agar anggaran yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Sementara itu, Kepala BKKBN perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Temazaro Zega menyatakan Rakorda ini adalah sinkronisasi dari semua lini dan sektor untuk menggerakkan program BKKBN. Pihaknya mengaku akan memfokuskan pada beberapa hal, yang pertama fokus pada laju kependudukan, fokus pada keluarga berencana (KB) dan ia juga mengaku akan fokus pada peningkatan KB pasca kehamilan dan keguguran. Selain itu juga yang berkaitan dengan pembangunan-pembangunan, dan akan membangun model program diantaranya model program orang tua hebat, model generasi berencana, pemberdayaan ekonomi, model usia lanjut yang tangguh.

“Kita akan pastikan model-model program ini memenuhi syarat dan kriteria yang nanti akan direplikasi kesemua baik desa, kelompok dan kabupaten kota. Jadi BKKBN dan perwakilan Provinsi Sumut ini fokus pada model-model yang kita harapkan nanti teman-teman dari dinas kependudukan dan KB baik provinsi maupun kabupaten kota meniru model ini dan mengembangkan keseluruh wilayah yang ada,”katanya.

Pihaknya menegaskan optimis walaupun dengan keterbatasan tenaga dan dengan keterbatasan penyuluh keluarga berencana tetapi pihaknya punya konsep untuk bermitra dengan semua pihak tim penggerak PKK,LSM, perguruan tinggi, ia yakin ini bisa dilakukan bersama.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sabrina menyatakan bahwa agar program BKKBN berjalan maksimal harus mensinergikan antara program pusat, provinsi dan kabupaten kota. Urusan keluarga itu dikatakanya bukan hanya urusan BKKBN tetapi juga urusan pemerintah daerah karena pemerintah yang punya wilayah. Ia juga menyinggung terkait dana DAK dikatakanya Kalau bisa jangan sampai dana DAK nya tidak digunakan atau dikembalikan. “Saya berharap jika ada dana DAK sebaiknya digunakan semaksimal mungkin untuk kebutuhan mendasar seperti pembinaan keluarga,”ungkapnya.

Sementara itu, Rakorda ini dihadiri ketua koalisi kependudukan Sumut, para mitra kerja BKKBN di provinsi Sumut, genre Sumut, perangkat daerah, pejabat administrator dari propinsi maupun pusat. Dan kegiatan Rakorda ini dilaksanakan selama 3 hari. (mahbubah Lubis)

 

 

Apa Tanggapan Anda?