Ramadhan Pohan Ditahan Polda Sumut dalam Perkara Dugaan Penipuan Rp 24 M Saat Nyalon Walikota Medan

283

EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Ditreskrimum Polda Sumut melakukan penjumputan paksa terhadap Ramadhan Pohan, dari rumahnya di Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Ramadhan Pohan tersangkut perkara kasus dugaan penipuan uang sebesar Rp24 milyar  yang dipinjamnya dari para simpatisan saat mencalonkan diri jadi Wali Kota Medan tahun 2015 lalu.

Seperti dilansir Tribun Medan, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, mengakui telah melakukan penahan setelah penjemputan paksa terhadap Ramadhan Pohan.

“Ramadhan Pohan dijemput paksa dari Jakarta karena tidak memenuhi panggilan Polda Sumut,” kata Rina Sari Ginting kepada wartawan Tribun Medan. Kepada Tribun, Rina menjelaskan bahwa Polda Sumut sudah pernah diperiksa, namun ketika itu statusnya masih sebagai saksi.

Namun setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ketika dipanggil untuk pemeriksaan sebagai tersangka, Ramadhan Pohan tidak hadir dengan alasan gula darahnya sedang naik.
Bahkan saat berada di Medan, Ramadhan Pohan juga tak kunjung datang ke Polda Sumut.

“Berdasarkan undang-undang, bila panggilan kedua tidak juga hadir, wajib dilakukan jemput paksa,” katanya. Kini, mantan anggota DPR RI itu dalam perjalanan menuju Polda Sumut.

Informasi yang dilansir tribun-medan.com, Ramadhan Pohan meminjam uang dari sejumlah rekan dan simpatisannya untuk biaya kampanye.

Namun, sampai waktu yang dijanjikan,Ramadhan Pohan tak kunjung mengembalikan uang tersebut. Bahkan, setiap ditelepon oleh peminjam uang, ponselnya tidak aktif dan bila kebetulan bertemu, Ramadhan selalu memberikan alasan. Merasa ditipu, para korban membuat pengaduan ke Polda Sumut. Hingga akhirnya, Ramadhan Pohan ditangkap. [fad]

Apa Tanggapan Anda?