Home / NEWS / Randiman Tarigan Emosi Ditanya Ikut Membagi Uang Suap Rp 60 M ke DPRD

Randiman Tarigan Emosi Ditanya Ikut Membagi Uang Suap Rp 60 M ke DPRD


Pejabat Walikota Medan Randiman Tarigan usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (11/5/2015). Foto: MTVN/ Yogi Bayu Aji

JAKARTA, EDISIMEDAN| Pejabat Walikota Medan Randiman Tarigan ikut menjalani pemeriksaan di KPK terkait dugaan pemberian suap oleh Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho, Kamis (5/11/2015).

Randiman masuk ke gedung KPK sejak Kamis pagi dan keluar sekitar pukul 22.24 WIB. Dia diperiksa hampir 10 jam sebagai saksi terkait kasus suap yang juga menjerat orang anggota DPRD Sumut periode 2009-2014.

Keluar dari gedung KPK, Randiman hanya bungkam ketika sejumlah awak wartawan mencecarnya dengan sejumlah pertanyaan terkait dugaan suap hak interpelasi Anggota DPRD Sumut yang dilakukan Gatot Pujo Nugroho

Pasalnya, pada saat suap itu terjadi, Randiman menjabat sebagai Sekretaris DPRD Sumut atau Sekwan.

Langkah Randiman semakin kencang dan berusaha menerobos kepungan wartawan ketika ditanya soal daftar wakil rakyat yang menerima uang haram dari Gatot.

“Tanya penyidik,” kata Randiman sambil tergesa berjalan.

Dengan langkah cepat, ia menghalau orang-orang yang ada di depannya untuk dapat membuka jalan. Apalagi lintangan kabel awak media televisi, cukup mengganggunya untuk melangkah.

Baca Juga:  Bebas dari Penjara, Istri Muda Gatot Pujonugroho Datangi KPK

Randiman yang malam itu mengenakan kemeja biru garis hitam dan berkacamata, tetap ogah menjawab rentetan pertanyaan wartawan.

“Saya enggak tahu itu, tanya penyidik saja,” katanya terus mengulang-ngulang jawaban.

Malam itu, wajah Randiman terlihat begitu tegang. Bahkan terkesan berusaha menutupi emosinya melihat wartawan yang tak juga berhenti bertanya dan menghadang langkahnya.

Pertanyaan yang diajukan wartawan saat itu sangat banyak. Termasuk dari mana ia memeroleh dana segitu banyak dan apakah benar dirinya membagi-bagikan uang sekitar Rp 60 Miliar kepada sejumlah anggota dewan untuk memuluskan laporan pertanggungjawaban (LPJ) Gubernur Sumut Gatot Pudjongroho.

Lagi-lagi Randiman menjawab tak tahu dan meminta wartawan menanyakan langsung ke penyidik.

‎Soal posisi Sekda Provsu yang ditawarkan Gatot pada dirinya pun tak luput dari pertanyaan wartawan. Randiman lagi-lagi tak bersedia menjawab. Ia mencoba terus berusaha menaiki mobil sedan berpelat BK 1176 RM yang menanti.

Baca Juga:  Menkes RI Dukung Pembangunan New Wings RSUD Dr Pirngadi 

Randiman akhirnya berhasil menaiki mobil dan duduk di bagian depan. Saat ditanya apakah dirinya siap menjadi tersangka, ia buru-buru menutup pintu mobil dan segera berlalu meninggalkan gedung KPK yang terletak di Jalan HR Rasuna Said.

Seperti diberitakan, KPK Kamis (5/11) memeriksa sembilan orang saksi untuk kasus suap DPRD Sumut. Selain Randiman, dari pihak Pemprov Sumut ada Kabiro Keuangan Ahmad Fuad Lubis, Kadispora Baharuddin Siagian, Bendahara Sekretariat Pemprov Muhammad Alinafiah dan mantan Sekda Nurdin Lubis.

Empat bekas anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 yakni Evi Diana, Ali Jabbar Napitupulu, Brilian Mochtar dan Zulkarnaen juga ikut diperiksa. [Baca Juga: KPK Periksa 9 Saksi Suap DPRD Sumut]

Sikap serupa juga ditunjukkan mantan Sekretaris Daerah Sumut Nurdin Lubis yang juga diperiksa sebagai saksi, dia diperiksa untuk kasus Gatot hari ini. Nurdin enggan menjawab saat ditanya soal aliran suap dari Gatot kepada DPRD Sumut.

Baca Juga:  Dituduh KPK Terima Suap Rp 2,15 Miliar, Patrialis: "Saya Dizalimi"

“Itu subtansi, saya enggak bisa jawab yang subtansi,” ucap Nurdin yang kini menjabat Anggota Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi.

Diketahui, DPRD Sumut pernah mengajukan hak  interpelasi atas Gatot Pujo Nugroho. Salah satu poin yang dibahas adalah soal penyalahgunaan dana bansos. Namun pada saat dibahas ke paripurna,  hak interpelasi tersebut gagal. Dari 88 anggota DPRD Sumut yang hadir, 52 orang menolak penggunaan hak tersebut, sisanya 35 orang menyatakan  setuju dan satu orang abstain. Ada dugaan pembatalan tersebut  dikarenakan Gatot membagikan uang kepada para anggota DPRD.

Terkait perbuatannya, Gatot Pujo Nugroho disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 a atau b atau pasal 13 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.  Adapun Saleh Bangun, Ajib Shah, dan Chaidir Ritonga disangkakan  melanggar pasal 2 a atau b atau pasal 11 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55  ayat 1 ke 1 KUHP. [ded|bbs]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up