“Raon-Raon Medan” Raih Video Pariwisata Nusantara Terbaik TFF 2018

41
Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Drs Agus Suriyono diwakili Sekretaris Dinas Drs Said Chaidir MSP dan Kepala Bidang Destinasi Wisata Lilik SH menerima penghargaan langsung yang diserahkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toraja Utara, Jumat (31/8/2018) di Lapangan Bakti Rantopao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. [edisiMedan.com/istimewa]

EDISIMEDAN.com, TORAJA UTARA – Dinas Pariwisata Kota Medan mengukir sejarah penting bagi dunia pariwisata dan ekonomi kreatif secara nasional. Video promosi pariwisata yang dibesut para kreator Medan mendapat penghargaan sebagai karya Terbaik dalam ketegori Video Profil Pariwisata Nusantara di ajang Toraja Film Festival (TFF) di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Video promosi pariwisata Kota Medan yang berjudul Raon-Raon Medan menyabet Penghargaan TFF Terbaik setelah menyisihkan 23 karya seni meracik audio visual dari berbagai daerah lain di Indonesia yang masuk dan di seleksi ketat ole hpanitia TFF 2018.

Sedangkan untuk ketegori utama, film pendek dokumenter dan fiksi diikuti ratusan peserta se Indonesia dan juga ada yang berasal dari Malaysia dan Palestina.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Drs Agus Suriyono diwakili Sekretaris Dinas Drs Said Chaidir MSP dan Kepala Bidang Destinasi Wisata Lilik SH menerima penghargaan langsung yang diserahkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toraja Utara, Jumat 31/8/2018 di Lapangan Bakti Rantopao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Ikut serta menghadiri Malam Pengenugerahan itu Produser Chairil Huda dan Onny Kresnawan selaku Sutradara “Raon raon” Medan.

Usai menerima penghargaan yang diserahkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toraja Utara Harli Patriatno, Said Chaidir mengatakan, penghargaan ini merupakan suatu pencapaian yang baik bagi industri pariwisata di kota Medan.

“Video promosi yang kami lahirkan lewat tangan kreatif anak-anak Kota Medan akhirnya diakui se Nusantara menjadi yang terbaik. Kami berharap video yang terbaik ini mampu menjadikan banyak orang ingin melihat secara langsung bagaimana potret pariwisata sesungguhnya, melalui wisata kuliner, religi, budaya, lingkungan dan banyak lainnya,”Ayo Raon-Raon (Jalan-jalan) ke Medan,” ajaknya.

Hadir di acara itu, Bupati Toraja Utara, Sekda Sulawesi Selatan serta sejumlah Pejabat Daerah, Dewan Juri Nasional, Pusbang Film, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Badan Ekonomi Kreatif, Lembaga Sensor Film beserta undangan Peserta Nominasi dari berbagai daerah.

Sementara itu, Sutradara Onny Kresnawan memaparkan, video yang dihasilkan merupakan karya seni racik gambar bergerak yang digarap dengan kekuatan konsep visual dan konten pariwisata yang lengkap.

Penonton diajak raon raon (berkeliling, red) di Kota Medan bersama dua orang talent muda-mudi, Adit dan Angelista ke sejumlah destinasi wisata yang mengambarkan keberagaman agama, adat serta seni dan budaya.

Semisal, wisata religi ke Masjid Raya, Gereja, Kuil, Vihara. Ada pula ragam kuliner tersohor Ucok durian, Markisa Noerlen, Pondok Pisang serta sejumlah tempat kunjungan wisata sejarah dan bangunan tua Istana Maimon, London Sumatera, Chong Afie hingga wisata lingkungan seperti sungai deli, hutan mangrove dan kebun binatang.

Begitu pula dengan wisata kreatif seni Batik Medan dan ulos merupakan sesuatu yang patut dikemukakan di Kota Medan dalam dunia kepariwisataanya.

Dan, yang tak kalah penting menurutnya adalah, peran editor muda berbakat yakni Gilang Nuansa Fitrah Kresnawan dalam gaya “menjahit” karya video mampu membangkitkan daya pukau penonton.

Dijelaskannya, wisata di Kota Medan sesungguhnya cukup lengkap, jadi pihaknya mengambil semua potretnya sebaik mungkin dengan teknis pengambilan gambar serta alat maksimal yang dimiliki.

“Kami sangat berterimakasih kepada Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan Kadis Pariwisata Drs Agus Suriyono yang merenspon positif serta berharap terus mendukung industri kreatif audio visual sebagai bagian memajukan pariwisata Kota Medan,” kata OnnyKresnawan yang juga sebelumnya telah beberapa kali mendapat penghargaan film di tingkat nasional dan internasional.

Dalam sambutannya, Presiden TFF Bello Tarran mengatakan Toraja Film Festival ini hadir untuk menghidupkan dunia perfilman daerah yang berskala nasional. Para mentor workshop dan jurinya berasal dari kalangan professional yang telah diakui secara nasional.

“Katakanlah, meski berada di kampung namun ajang TFF kami buktikan bukan kampungan,” ujar Bello Tarran mengutip pernyataan semangat Pembina TFF TinoSaroenggalo.

“Terbukti, jumlah peserta tahun ini cukup banyak hingga 107 karya film dengan berbagai kategori, antusias para penggiat film ternyata semakin banyak dari seluruh Indonesia,” ucapnya.

Pada acara Malam Anugerah TFF itu, Bello Tarran juga mengajak hadirin untuk berdoa mengenang jasa Tokoh Perfilman Nasional asal Toraja Tino Saroenggalo, yang baru beberapa hari lalu tutup usia. Serta memutar karya film dokumenter terakhir Tino tentang kebudayaan Toraja.

Tampak hadir dalam Malam Anugerah TFF itu para pegiat film dan sineas nasional Igp Wiranegara, Daniel Rudi Haryanto, Taufan Agustiyan Prakoso dan film maker muda lainnya berasal dari berbagai daerah. [rez]

Berikut seluruh kategori Pemenang Terbaik TFF 2018
Film Fiksi Kategori Peserta Umum
Judul : Mimi LanMintuna
Sutradara : MuhRidwan
Produksi : Menepi Film Yogyakarta

Film Dokumenter Kategori Peserta Umum
Judul : BentengPanganCiptaGelar
Sutradara : Yoyo Sutarya
Produksi : Eagle Institute Indonesia

Film Fiksi Kategori Peserta Khusus
Judul : Saruran Sisambung
Sutradara : Gideon Palondongan
Produksi : Londe Home Production

Film Dokumenter Kategori Peserta Khusus
Judul : Aku Bukan Toraja
Sutradara : Yesintia Tiku
Produksi : Mata Wai SMA Negeri 2 Rantepao

Video Profil Pariwisata Nusantara
Judul : Raonraon Medan
Sutradara : Onny Kresnawan
Produksi : DinasPariwisata Kota Medan

Apa Tanggapan Anda?