Ratusan Dokter Gigi Baksos di Kampung Matfa Indonesia

69
Sebanyak 113 dokter gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (FKG USU) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Langkat mengadakan bakti sosial pengobatan gigi dan mulut gratis ke Kampung Matfa Indonesia RT 03 Darussalam, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Minggu (15/4/2018).

EDISIMEDAN.com, LANGKAT- Sebanyak 113 dokter gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (FKG USU) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Langkat mengadakan bakti sosial pengobatan gigi dan mulut gratis ke Kampung Matfa Indonesia RT 03 Darussalam, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Minggu (15/4/2018).

Kedatangan seratusan dokter gigi ini disambut sukacita 260 KK jamaah Matfa Indonesia.

“Kita salut ada sebuah kampung yang mandiri dan karena kegiatan Bakti Sosial memang menjadi salah satu kegiatan rutin organisasi kita sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kali ini kita memilih kampung ini menjadi tujuan bakti social kita,” kata Ketua IKA FKG USU drg. Wahid Khusyairi MM .

Dalam kegiatan itu, IKA FKG USU dan PDGI Langkat melakukan penyuluhan kesehatan gigi dengan memperagakan cara menggosok gigi yang benar agar kesehatan gigi terjaga, dan menginformasikan bagaimana kesehatan gigi sangat penting bagi kehidupan manusia. Penyuluhan kesehatan gigi untuk anak-anak dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan gigi untuk orang dewasa.

Usai penyuluhan, ratusan dokter gigi melakukan pemeriksaan gigi dilanjutkan tindakan gratis seperti penambalan, cabut gigi, pembersihan karang gigi, dan aplikasi fluoride. Hadir dalam kegiatan ini, Camat Sei Lepan dan sejumlah Muspika setempat.

Kampung Darussalam yang lebih dikenal kampung kasih sayang, didiami 260 Kepala Keluarga jamaah Majelis Taklim Fardhu Ain (MATFA) Indonesia. Dengan luas 20 hektar, di kampung ini menetap 2000 orang yang tinggal di rumah-rumah sederhana semi permanen dengan konsep mempraktekkan Pancasila dan Rukun Islam. Warga hidup rukun dan bekerja sama saling membahu.

Untuk kebutuhan sandang dan pangan, di kampung ini terdapat 5 hektar perladangan, 3 hektar pusat peternakan, 2 hektar pusat Pendidikan dan satu hektar pusat perniagaan. Mereka mendapatkan tempat tinggal dan Pendidikan dari SD hingga SMA dengan system ekonomi Bersama dan keuangan terpusat di Baitul Maal. [rel]

Apa Tanggapan Anda?