Ratusan Mahasiswa Madina Unjukrasa Tuntut Dahlan Hasan Dicopot Dan Ditangkap

262

EDISIMEDAN.COM, MEDAN-  Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (DPP IMA-Tabagsel) melakukan Unjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Mereka yang rata-rata anak Millenial itu  menuntut Bupati Madina Drs. Dahlan Hasan Nasution agar dicopot dari jabatannya dan segera ditangkap.

Koordinator Aksi, Rahmansyah Simanjuntak dalam orasinya yang berlangsung Kamis, (3/10/2019) itu mengatakan mereka sudah  8 kali kali turun ke Kejatisu menyuarakan aspirasi mereka itu, dan karena menilai belum ada tindakan, pihaknya kembali menuntut kebijaksanaan dari Kejatisu bahwa  ada 7 orang yang diperiksa dari pejabat Kabupaten Madina namun Bupati belum juga diperiksa.
“Sayangnya Bupati Madina tidak juga diperiksa! Jadi kami rasa Bupati Madina ini kebal hukum. Satu yang kami tuntut disini tangkap Bupati Madina,” teriaknya.
Rahman juga menyatakan, Bupati Madina, Drs. Dahlan Hasan Nasution mempunyai gagasan untuk membangun kawasan wisata dan tempat upacara yang letaknya di kawasan perkantoran Pemkab Madina yakni di Desa Perbaungan Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina. Menindaklanjuti gagasan tersebut kepada 3 kepala dinasnya yanki dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, dinas perumahan dan kawasan permukiman serta dinas pemuda dan olahraga  Kabupaten Madina bersama-sama merancang dan mewujudkan gagasan tersebut.
“Selanjutnya ketiga dinas ini memasukkan beberapa paket kegiatan tersebut ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA SKPD) tahun 2016 dan Tahun 2017. Namun di media kebanyakan menyebutkan kawasan wisata tersebut yakni Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri Syariah adalah Karya Bupati Madina dan ini diduga kuat Bupati Madina adalah aktor intelektual pembangunan proyek ini dan patut dimintai pertanggungjawabannya secara hukum dugaan korupsi pembangunan kawasan wisata tersebut,” bebernya.
Sementara itu salah satu Koordinator Aksi lainnya Miswari Simanjuntak, selaku tokoh perubahan di Madina juga mengatakan dalam orasinya bahwa kedatangan mereka ke Kejatisu membawa suatu pernyataan dimana bahwa pemimpin di Kabupaten Madina kebal hukum.
“Kita mempertanyakan dimana keadilan yang sebenarnya. Tangkap bupati…tangkap bupati…tangkap bupati Madina,” teriaknya.
Para mahasiswa ini mendesak Kajatisu keluar dari gedung Kejatisu untuk menanggapi tuntutan mereka, dan bahkan mereka juga menaiki pagar dan mengguncang-guncang pintu gerbang kejatisu.
Tak lama mereka berorasi akhirnya tuntutan ratusan mahasiswa itu ditanggapi  Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejatisu, Irwan Sinuraya  didampingi Asintel Andi Murji Machfud, yang mengaku bahwa Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution telah dua kali dipanggil penyidik Pidsus Kejatisu. Tetapi, orang nomor satu di Pemkab Madina itu, mangkir dari panggilan.
“Kejatisu tidak diam dengan kasus ini. Kita sudah dua kali panggil tetapi tidak datang. Pemanggilan Bupati juga ada prosedurnya dengan dipanggil dikirim surat melalui gubernur.
Kita pastinya akan melakukan panggilan ketiga,” ucap Irwan.
Nantinya lanjut Irwan, pihaknya akan menentukan sikap setelah dilakukan pemanggilan ketiga. Namun, ucapan tersebut sempat dibantah, massa kenapa tidak dijemput paksa.”Kejati tidak akan diam dan akan berjuang agar kasus ini tuntas,” ungkapnya.
Dalam kasus ini, tiga orang telah menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri. Kasus ini telah merugikan negara sebesar Rp1,6 miliar lebih dalam proyek pembangunan kedua obyek wisata yang bersumber dari APBD TA 2017.
Sementara itu, karena unjukrasa tersebut sampai ke badan jalan, sempat terjadi kemacetan di sepanjang Jalan AH. Nasution.(Mahbubah Lubis)

Apa Tanggapan Anda?