Ratusan Siswa MAN 2 Deli Serdang Panjatkan Doa Buat Korban Tsunami Palu Dan Donggala

    104

    EDISIMEDAN.com,MEDAN: Rasa haru dan prihatin masih terasa dilapisan masyarakat. Bagaimana tidak, hampir 1500 lebih warga Paluh dan Donggala, Sulawesi Tengah menjadi korban bencana gempa dan Tsunami yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

    Sebagai bentuk simpati, Ratusan pelajar dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Deli Serdang di Jalan Karya Agung Komp., Tj. Garbus Satu, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat (5/10/2018) memanjatkan doa bersama dan membaca surat Yasin.

    Doa bersama yang juga diikuti oleh Kepala sekolah dan para guru ini digelar di halaman sekolah, suasana pada saat doa bersama itu tampak khidmat dan khusuk. Semua siswa secara bersama-sama membaca surat Yasin sampai selesai dan dilanjutkan dengan memanjatkan Doa.

    Kegiatan doa bersama ini digelar sebelum dimulainya belajar-mengajar, hal ini juga agar mengajarkan siswa akan peduli terhadap sesama dan kegiatan tersebut juga sebagai bentuk ikut berduka terhadap para korban yang bukan hanya korban jiwa namun juga rumah-rumah dan bahkan fasilitas di kota tersebut hancur berkeping-keping diterpa gempa yang berkekuatan 7,4 skala Richter dan Tsunami.

    Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 Deli Serdang, Burhanuddin Harahap mengatakan kegiatan membaca Yasin ini memang kegiatan rutin di MAN 2 Deli Seedang, namun kali ini pembacaan Yasin dan doa bersama ini digelar khusus untuk memanjatkan saudara-saudara korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Burhanuddin juga mengatakan seringnya terjadi bencana di negara ini harusnya menjadi pembelajaran karena itu pula untuk menjauhkan negara ini dari musibah dikatakan salah satu alasan rutin melaksanakan membaca Surah Yasin yang diikuti oleh siswa dan guru setiap hari Jumat pagi.

    “membaca surat Yasin dan doa bersama ini sebagai tanda kita ikut berduka.
    Sehingga kegiatan di Man 2 Deli Serdang dan sebagai permohonan kepada Allah SWT agar negara ini dijauhkan dari berbagai musibah,” jelas Burhanuddin.

    Dikatakannya lagi, kegiatan ini selalu dilakukan dan semua siswa dan siswi secara kompak memohon kepada Allah. Dan kedepannya pun pihaknya terus melaksanakan kegiatan ini, karena pertolongan yang paling tinggi itu dinyatakan Burhanuddin adalah dari Allah SWT.

    “Pertolongan yang paling tinggi adalah dari Allah SWT, Karena sesuatu yang kita rencanakan itu tanpa seizin Allah itu akan sulit terlaksana dengan baik,” tegasnya.

    Salah seorang siswa yang juga Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Yudha Wijaya Lubis berharap semoga para korban diberikan ketabahan oleh Allah SWT. ia merasa apa yang dirasakan oleh saudara – saudara di Sulawesi Tengah juga turut dirasakan bersama.

    “Ibaratnya kita satu tubuh jika satu saja bahagian yang sakit maka semua merasakan sakit, ” papar Yudha.

    Sementara itu, direncanakan pada Senin, (8/10/2018) juga akan dilakukan penggalangan dana. Dana yang terkumpul akan diserahkan untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah di Palu dan Donggala, Sulteng.

     

    Apa Tanggapan Anda?