Resahkan Warga Desa, Pria Penderita Gangguan Jiwa Dibakar Hidup-Hidup

221
Hidup Tobat Sembiring (45) berakhir tragis. warga Desa Tanjung Mbelang, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo ini tewas setelah dianiaya dan dibakar hidup-hidup oleh warga Desa setempat, Rabu (9/05/2018) malam sekira pukul 19:30 WIB. Warga resah akan prilaku korban selama ini yang mengidap penyakit gangguan jiwa alias gila.

EDISIMEDAN.com, KARO- Hidup Tobat Sembiring (45) berakhir tragis. warga Desa Tanjung Mbelang, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo ini tewas setelah dianiaya dan dibakar hidup-hidup oleh warga Desa setempat, Rabu (9/05/2018) malam sekira pukul 19:30 WIB. Warga resah akan prilaku korban selama ini yang mengidap penyakit gangguan jiwa alias gila.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sejak lima hari terakhir, korban yang sakit jiwa itu sering membuat onar di desa sehingga meresahkan warga. Setiap kali ada warga yang melintas di jalan, korban mengejarnya dengan kelewang.

Karena takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan, warga yang berjumlah sekitar 500 orang menyeret korban di jalan menuju Perladangan Kenjulu. Disana warga menganiaya serta membakar korban hidup-hidup.

“Iya benar, korban memang mengidap penyakit gangguan jiwa. Korban ini juga yang membunuh istrinya dengan cara dibakar dan memutilasi pada tahun 2013 lalu di desa yang sama. Kasusnya itu sempat diproses sampai ke Pengadilan dan Hakim memutuskan bahwa korban benar-benar mengidap sakit jiwa alias gila. Oleh keluarga saat itu, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa,”ujar Kasat Reskrim Polres Karo AKP Ras Maju Tarigan melalui telepon selulernya, Kamis (10/05/2018) sekira pukul 11: OO Wib.

Dikatakannya, saat kejadian, pihak kepolisian langsung menuju TKP untuk melakukan penyelidikan. Pihak keluarga korbanpun telah ikhlas menerima dan tak akan menuntut atas kejadian yang menimpa korban. Disaksikan Polisi, Bhabinkamtibmas dan pemerintahan desa setempat. Keluarga korban membuat pernyataan tertulis tak akan menuntut kejadian yang menimpa korban.

“Keluarga korban telah ikhlas dan membuat pernyataan tertulis tak akan menuntut. Tadi malam korban langsung dibawa keluarganya untuk dikebumikan. Mungkin hari ini penguburannya. Namun begitu, kita tetap masih melakukan penyelidikan. Kita belum tahu, korban dibakar pakai apa. Masih penyelidikan,”ujar Kasat.

Terpisah, salah seorang warga setempat bermarga Peranginangin (50) yang mengaku pernah bertetangga dengan korban membenarkan kalau korban sudah lama mengidap penyakit gangguan jiwa. Karena korban (Tobat Sembiring) sering melakukan tindakan yang aneh di kampung dan telah beberapa kali masuk keluar rumah sakit jiwa.

“Bayangkan saja, istrinya juga dibunuh dengan cara dibakar pake ban dan dimutilasinya,”bebernya.

Sekedar mengingatkan, pada tahun 2013 bulan November tepatnya tanggal 2, korban (Tobat Sembiring-red) telah melakukan pembunuhan sadis kepada istrinya sendiri bernama Apriani beru Pasi (35). Kejadian itu membuat warga Desa Tanjung Mbelang geger.

Pasalnya, mayat istrinya itu ditemukan setelah tengkorak kepalanya dibawa anjing di jalan umum antara Desa Tanjung Mbelang dan Tanjung Pulo. Setelah diselidiki polisi, ditemukan tulang belulang yang kondisinya gosong bersama bakaran ban bekas tepatnya di belakang rumah korban. [anita]

Apa Tanggapan Anda?