Home / NEWS / Rp 2,3 M Diterima Ichwan Lubis dari Tjun Hin, Bendahara Bos Narkoba Toni

Rp 2,3 M Diterima Ichwan Lubis dari Tjun Hin, Bendahara Bos Narkoba Toni


Aliran uang haram Kasat Narkoba Belawan AKP Ichwan Lubis

EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Badan Narkotika Nasional (BNN) menetapkan Kepala Satuan Narkoba Polres Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Belawan, Ajun Komisaris Polisi Ichwan Lubis sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang dari tindak pidana narkotika.

Penetapan Ichwan sebagai tersangka merupakan buah penyelidikan BNN. AKP Ichwan Lubis dijerat dengan Pasal 137 huruf b Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dan Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Melalui surat bernomor B/1154/IV/DR/PB.06/2016/BNN, BNN meminta kepada Kepala Polda Sumut Irjen Budi Winarso untuk menghadapkan tersangka pada pemeriksaan lanjutan di kantor pusat BNN di Jakarta.

BNN juga mengeluarkan surat perintah penyidikan bernomor SP.Sidik/11-TPPU/IV/2016/BNN tanggal 19 April atas nama tersangka Tjun Hin alias Ahin alias Mirnawati (34) dan Ichwan Lubis yang ditandatangani Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari itu.

Baca Juga:  Perempuan di Asahan "Tidur" dengan 2 Kg Sabu dan 4 Ribu Ekstasi

KRONOLOGI
Kasus ini bermula dari penggerebekan BNN di Lembaga Pemasyarakatan Lubuk Pakam pada 25 Maret 2016. Saat itu, BNN meringkus Toni alias Togi bandar narkoba jaringan narkoba Malaysia-Aceh-Medan. Toni diketahui mengendalikan narkoba jenis sabu, ekstasi dan happy five dari dalam penjara.

Dari hasil pengembangan, BNN kemudian meringkus seorang ibu rumah tangga bernama Tjun Hin alias Ahin alias Mirnawati (34) di rumahnya, Jalan Sempurna Kompleks City Residen, Kota Medan, Jumat (1/4/2016).

“Ahin merupakan bendahara Toni, yang diperintahkan untuk menyerahkan uang kepada Ichwan Lubis,” ujar Budi Warseso di Kantor BNN, Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Kasus ini terkuak saat petugas BNN mengendus adanya hubungan (transaksi) antara Toni dengan Ichwan Lubis.

“Saat kita mendalami Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait transaksi narkoba, kita temukan ada transaksi mencurigakan,” kata Budi.

Baca Juga:  Gandeng BNN, Calon dan Karyawan PT Inalum Akan Jalani Tes Narkoba

Menurut Budi, Ichwan menjanjikan kebebasan kepada Toni yang kasusnya tengah ditangani BNN. Budi mengetahui namanya dicatut dari rekaman komunikasi antara Ichwan dengan bandar narkoba tersebut. Dalam rekaman tersebut juga Ichwan turut menyebutkan uang yang nilainya fantastis yaitu Rp 10 miliar.

“Bahkan disitu dia mengatasnamakan untuk pimpinan BNN. Ada juga dia (Ichwan) menyebut pangkat. Bintang tiga masa dikasih cuma sekian. Berarti saya,” kata Budi Waseso.

“Namun saat penangkapan yang kita dapatkan Rp 2,3 miliar, cash,” sambung dia.

Sementara, Polda Sumut yang semula bungkam akhirnya angkat bicara mengklarifikasi penangkapan Ichwan Lubis.Kepala Bidang Humas Polda Sumut Komisaris Besar Helfi Assegaf membenarkan bahwa Ichwan Lubis ditangkap BNN.

Menurutnya, Ichwan memenuhi panggilan BNN ke Jakarta untuk dimintai keterangan terkait peredaran narkoba di Sumatera Utara (Sumut).

Baca Juga:  Jual 30 Kg Ganja ke Polisi, Arman dan Hadi Dituntut 20 Tahun Penjara

“Ichwan Lubis dibawa BNN untuk memberikan keterangan dan informasi peredaran narkoba di Sumut. Mungkin dia banyak mengetahuinya,” pungkas Helfi. [ded]

Terkait


Berita Terbaru