Home / SUMUT / RS Martha Friska dan RS GL Tobing Sudah Beroperasi Optimal Tangani Pasien Covid-19

RS Martha Friska dan RS GL Tobing Sudah Beroperasi Optimal Tangani Pasien Covid-19


EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Rumah Sakit (RS) Martha Friska Multatuli dan RS GL Tobing sudah beroperasi optimal sebagai RS rujukan yang menangani Coronavirus Disease (Cobid-19). Kedua RS tersebut ditujukan untuk penanganan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Hal tersebut disampaikan Koordinator Medis dan Paramedis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Restuti Hidayani Saragih, saat memberikan keterangan pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (10/4).

Di RS Martha Friska Jalan Multatuli Medan, katanya, sudah ada 10 pasien yang dirawat. Sementara pasien di RS GL Tobing Tanjungmorawa berjumlah 36 orang. Bahkan dari RS GL Tobing sudah ada 2 pasien yang pulang.

Restuti menyampaikan, pasien yang ada di RS GL Tobing secara umum sudah beradaptasi dengan kondisi RS yang sejak awal dikhususkan untuk PDP ringan hingga sedang. “Sudah nyaman dan mereka rutin berolahraga. Mereka diizinkan menghirup udara segar, tentu dengan mengedepankan perlindungan mereka yakni pakai masker dan physical distancing. Para pasien juga secara rutin berolahraga bersama,” kata Restuti.

Pasien yang dirujuk pada dua RS tersebut harus dikonfirmasi oleh dokter penanggungjawab pelayanan pasien di RS rujukan asal pasien. “Rujukan ke rumah sakit darurat harus didahului dengan konfirmasi melalui telepon atau hotline ke Rumah Sakit Martha Friska Multatuli yang wajib dilakukan oleh dokter penanggungjawab pelayanan pasien rumah sakit rujukan asal ke tim jaga di rumah sakit darurat,” kata Restuti. 

Disampaikan juga, Sumut akan mengolah spesimen swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR) di salah satu rumah sakit atau sentra laboratorium di Provinsi Sumut. Menurutnya dalam waktu tidak lama, diagnosis akhir secara mandiri akan bisa dilakukan di Sumut.

Secara Umum saat ini, hasil swab harus dibawa ke Badan Penelitian Pengembangan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, sehingga hasilnya sering terlambat. “Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan memangkas waktu untuk datangnya hasil swab PCR. Hasil swab ini adalah hasil final diagnosis,” kata Restuti.

Restuti mewakili Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengapresiasi upaya seluruh tenaga medis yang berjuang menangani Covid-19. Diharapkan kepada para tenaga medis dapat terus berjuang bersama hingga pandemi tersebut hilang.

“Kami berterima kasih kepada semua tenaga medis yang bekerja menangani Covid-19. Kepada anda kami berharap dan menaruh kepercayaan yang sangat tinggi. Kami juga sampaikan hormat, mohon terus kita berupaya bersama dalam menangani dan melawan Covid-19,” ujar Restuti.

Restuti juga berharap agar masyarakat dapat memberikan penghormatan sebesar-besarnya bagi garda terdepan penanganan Covid-19. Ia meminta agar tidak ada lagi pengucilan kepada tenaga medis yang berjuang menangani Covid-19.

“Kalau di Tiongkok mereka disambut sebagai pahlawan. Mereka disambut penghargaan tinggi sepenuhnya dengan bungkukan masyarakat di sekitarnya. Mungkin kami tidak butuh itu, tapi mohon perlakukan kami sebagai pejuang yang memperjuangkan hidup anda, semua warga yang hidup di Sumut,” kata Restuti.(Mahbubah Lubis)

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up