Rupiah Melemah, Pedagang Tekstil Di Medan Mulai Resah

19

EDISIMEDAN.com,Medan: Melemahnya nilai Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak disejumlah usaha, salah satunya turut berdampak terhadap Usaha tekstil di Kota Medan. Pedagang mulai resah karena selain harga naik, barang juga sulit diperoleh.

Pedagang tekstil di Pusat Pasar Medan, Dodi mengatakan harga bakal kain saat ini mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Seperti yang bisanya berada dikisaran harga Rp 12.000/ meter kini naik menjadi Rp 25.000/meter. Jelas kenaikan ini menimbulkan keresahan dipedagang bakal kain karena imbasnya adalah tingkat pembeli menjadi rendah.

“Kenaikan harga sudah terjadi 2 Minggu belakangan, memang barang yang naik itu rata-rata barang import misalnya dari Cina,” Kata Dodi pada Rabu, (13/9/2018).

Sama halnya yang diakui, Barus pedagang bahan tekstil di lantai 2 Pusat Pasar Medan. Sejumlah bahan kain sudah naik mulai Rp 2500/meternya sampai Rp 5000/meternya. Bakal renda dan batik yang paling mendominasi, dikarenakan kebanyakan berasal dari luar negeri.

“memang betul harga sudah naik, permeternya bisa naik Rp2500-Rp 5000. Makanya agak sulit kondisi kita sekarang, mau tak mau kita mengikuti harga baru saat ini agar tidak rugi,” kata Barus kepada edisimedan.com.

Sementara itu, informasi terakhir, posisi Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank terus melemah sebesar 126 poin menjadi ke Rp 14.815 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.689 per dolar AS.

Para pedagang tekstil ditingkat grosir berharap agar Rupiah kembali stabil sehingga aktivitas pedagang menjadi pulih kembali. (Mahbubah Lubis)

 

Apa Tanggapan Anda?