Home / NEWSSUMUT / Saluran Air Tak Normal, Kota Kabanjahe dan Berastagi Terendam Banjir

Saluran Air Tak Normal, Kota Kabanjahe dan Berastagi Terendam Banjir


Hujan lebat yang berlangsung selama 3 jam di Kota Kabanjahe dan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut, Sabtu (21/4/2018) siang menenggelamkan sejumlah ruas jalan protokol dalam kota. [edisiMedancom/anita]

EDISIMEDAN.com, KARO – Hujan lebat yang berlangsung selama 3 jam di Kota Kabanjahe dan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut, Sabtu (21/4/2018) siang menenggelamkan sejumlah ruas jalan protokol dalam kota.

Bahkan salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Berastagi terendam air. Sejumlah ruang kelas berantakan akibat dimasuki air bercampur sampah.

Ketinggian air yang mencapai 30 cm menutup sebagian jalan protokol dan pemukiman padat penduduk. Mengakibatkan para pengguna jalan khususnya pengendara roda dua dan empat harus ekstra hati-hati melintas untuk menghindari lubang. Seperti terlihat di Jalan Perniagaan dan Depan Kantor Koramil Berastagi. Air setinggi lutut orang dewasa menenggelamkan jalan tersebut.

“Ya, setiap hujan deras warga Berastagi selalu kena imbasnya. Banjir ini juga akibat sejumlah saluran air di jalan induk mampet. Gorong-gorong di sejumlah titik dan yang ada lubang pengamannya juga rusak. Tutup lubangnya menghalangi saluran sehingga air meluber ke jalan,” ujar Nenny beru Ginting (45) salah seorang warga Berastagi.

Baca Juga:  Warga Negara Asing Kini Diawasi Sampai Tingkat Desa

Selain itu, banyak warga yang membuang sampah ke gorong-gorong dan saluran air lainnya. Sehingga sampah plastik ataupun sampah organik menyumbat saluran air akibat sampah terlalu banyak.

[foto-foto edisiMedan.com/anita]
Rusaknya saluran air, atau gorong-gorong yang di bagian atasnya trotoar terjadi di sejumlah titik. Penutup gorong-gorong yang rusak, salah satu serpihannya miring menutupi saluran air. Mungkin karena gorong-gorong terbuka, warga akhirnya membuang aneka sampah ke lubang tersebut. Akibatnya menumpuk di lubang gorong-gorong.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya, karena saluran air tidak berfungsi secara maksimal, air yang semestinya melewati saluran air kini meluber dan menutup ke tengah jalan raya.

“Hal ini juga akibat banyaknya saluran air yang rusak dan tidak diperbaiki. Padahal ada dana rutin perawatan saluran air dari Pemkab. Setahuku dana itu ada ditampung di APBD setiap tahunnya. Tapi itupun kita selaku warga harus sadar agar jangan membuang sampah sembarangan. Itu juga salah satu akibat terjadinya banjir. Sudah sering terjadi genangan banjir ketika hujan begini. Kami berharap pemerintah daerah segera mengatasinya,” harapnya.

Baca Juga:  Ini Kesimpulan Hasil Penelitian Perkara Kasus Ekspor Benih Lobster

Pantauan wartawan, lingkungan SMPN I Berastagi juga terkena imbas tergenang air. Sejumlah ruangan kelas dan halaman sekolah di ‘obrak-abrik air’.

Sejumlah siswa yang sedang belajar terpaksa harus berhenti mengikuti proses belajar mengajar. Mereka tampak bergotong royong mengeluarkan genangan air yang masuk ke ruangan kelas. Taman sekolah yang ditanami beraneka ragam bunga hancur akibat banjir. [anita]

Terkait


Berita Terbaru