Salwa, Bocah Penderita Kebocoran Jantung Harus Segera Dioperasi di Jakarta

30
BOCAH SALWA. Pihak keluarga mendapatkan kabar terbaru dari pihak Rumah Sakit Bunda Thamrin tentang kondisi anak mereka Salwa Nurhajizah. Pihak rumah sakit menyatakan Salwa mengidap penyakit kebocoran jantung. Sebelumnya keluarga menyebut Salwa menderita penyempitan jantung. [edisimedan.com/istimewa]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Pihak keluarga mendapatkan kabar terbaru dari pihak Rumah Sakit Bunda Thamrin tentang kondisi anak mereka Salwa Nurhajizah. Pihak rumah sakit menyatakan Salwa mengidap penyakit kebocoran jantung. Sebelumnya keluarga menyebut Salwa menderita penyempitan jantung.

Bayi yang masih berusia dua bulan itu pun harus segera dirujuk ke RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta. Namun penanganan Salwa masih terhambat karena Rumah Sakit Bunda Thamrin tidak bisa merujuk langsung ke RS Harapan Kita karena masih berstatus tipe C.

Humas RS Bunda Thamrin Maya mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pihak RSUP H Adam Malik Medan. Karena hanya Adam Malik yang bisa mengeluarkan kebijakan Salwa untuk dirujuk ke Harapan Kita.

“Prosedurnya kalau menggunakan BPJS harus ke Rumah sakit tipe A, kebetulan harus dari Adam Malik. Dari Adam Malik baru bisa keluar daerah,” kata Maya, Senin (12/2/2018).

Setelah berkoordinasi, ternyata kamar di RSUP H Adam Malik masih penuh. Sehingga keluarga harus menunggu sampai ada kamar kosong di sana.

“Kami keluarga sudah bingung. Kamar di Adam malik katanya penuh. Kami cuma ingin Salwa dioperasi secepatnya,” kata Irwan, ayah Salwa.

Sebelumnya diberitakan, Dari penuturan keluarga, Salwa Nurhazizah adalah bocah yang divonis dokter RS Bunda Thamrin mengalami penyempitan jangtung. Namun belakangan, diagnosa dokter berubah dan manyatakan Salwa menderita kebocoran jantung.

Baca Sebelumnya

Salwa, Bayi Penderita Penyempitan Jantung Ini Butuh Uluran Dermawan

Sampai saat ini Salwa, masih terbaring di ruangan rumah sakit dengan dipasangi banyak selang. Sedangkan kedua orang tuanya, Irwan dan Nur Aidah setia menunggui anaknya dan menginap di selasar rumah sakit. Mereka tidur hanya beralaskan karpet.

Nur Aidah terus menerus menangisi anaknya setiap kali ada orang yang datang mengantarkan donasi ataupun menjenguk Salwa. Karena saat lahir pada awal Desember 2017 Salwa dalam keadaan normal. Dia lahir dengan berat 2,5 Kg.

Selama dirumah, Salwa mendapat asupan ASI dan susu formla yang cukup. Setelah dikhitan dan akikah (penabalan nama), Nur Aidah jatuh sakit. Salwa juga sempat diserang batuk selama beberapa hari.

“Karen sakit, ASI saya tidak keluar, Salwa minum susu fotmula,” kata Nur Aidah di selasa RS Bunda Thamrin, Medan, Jalan Sei Batang Hari, Senin (12/1).

Salwa sempat dilarikan ke beberapa rumah sakit di Batubara dan Kota Tebing Tinggi. Namun karena fasilitas yang tidak memadai, Salwa dibawa ke RS Bunda Thamrin. Dia dirawat sebagai pasien umum. Orang tua Salwa kemudian mengurus BPJS untuk anaknya. Setelah BPJS-nya selesai, Salwa tidak bisa berpindah status menjadi pasien BPJS.

Selama dirawat di Bunda Thamrin, keadaan Salwa membaik. Namun dia tetap harus dioperasi ke Jakarta. Sampai sekarang, Salwa masih membutuhkan uluran angan para dermawan untuk meringankan beban mereka.

Sepanjang Salwa dirawat, beberapa donasi sudah masuk. Mulai dari tokoh masyarakat, komunitas, hingga jurnalis di Kota Medan sudah melakukan penggalangan dana. Berita soal Salwa yang mengidap penyempitan jantung juga sudah menjadi viral di media sosial. [ska]

Apa Tanggapan Anda?