Home / KULINER / Sarapan Bubur Ayam dan Ketoprak Cirebon Medan Enak dan Nyaman di Lambung

Sarapan Bubur Ayam dan Ketoprak Cirebon Medan Enak dan Nyaman di Lambung


EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Kuliner di Kota Medan memang beragam, bukan hanya ada kuliner khas Medan seperti Soto Medan, Lontong Medan, mie balap, ternyata banyak juga kuliner luar daerah yang menjadi santapan nikmat di Kota Medan. Selain enak juga nyaman di Lambung.

Salah satunya, Bubur Ayam dan Ketoprak Cirebon Jalan Jalan Stasiun Kereta Api No 5C Medan. Gerai yang buka pagi hari hingga pukul 23.00 wib itu tak pernah sepi pembeli bahkan banyak tak kebagian tempat dan harus mengantri.
 
Kendati demikian, karena ingin mencicipi kuliner sarapan pagi nan nikmat itu, para pengunjung rela menunggu bergantian dengan pengunjung lainnya.
 
Owner Bubur Ayam dan Empal Gentong, Misri Dewi (49) warga Medan Johor menyatakan bahwa setiap hari gerainya memang ramai pengunjung. “Alhamdulillah setiap hari ramai, dan ini sejak kita buka pada tahun 2009 lalu,” ucap wanita paruh baya berhijab ini pada Minggu (23/2/2020)
 
Dikatakannya, awal berdiri kuliner khas Cirebon ini dijajakan dengan gerobakan taknjauh dari gerai sekarang, namun seiring waktu usahanya terus berkembang dan kini sudah memiliki 1 gerai dan 3 cabang gerobakan di sejumlah titik di Medan.
 
“Sekarang kita punya 3 cabang gerobakan di Teladan, Jalan Kartini dan di depan Polrestabes Medan dan 1 gerai disini,” ucap Misri Dewi yang akrab disapa Dewi atau Sri ini.
Ia juga mengatakan bahwa awalnya usahanya ini hanya buka pagi hari saja, namun akhirnya karena ada tambahan menu untuk makan siang yakni empal gentong kini usaha ini buka hingga malam hari.
Sajian Bubur Ayam dengan taburan kacang kedelai, bawang goreng dan daun seledri.
 
Diceritakannya, bubur ayam miliknya ini berbeda dengan lainnya yakni bubur diproses dengan rebusan kaldu yang dibuat sendiri, kemudian saat disajikan ada taburan kacang kedelai. Sedangkan empal gentongnya, menggunakan daging sapi yang sangat lunak. “Daging sapinya direbus semalaman sehingga sangat lunak dan lembut,” ucapnya.
 
Empal gentong ini juga memiliki kuah yang sangat gurih, dengan potongan tomat dan siraman bawang goreng dan seledri membuat kuliner ini menjadi santapan yang segar di sarapan pagi.
 
Uniknya, dinamakan empal gentong karena kuah nan gurih itu direbus pada gentong besar yang terbuat dari tanah liat. 
 
Yang membuat kuliner ini menjadi pilihan masyarakat Medan disebutkan Dewi bahwa dengan menyantapnya lambung terasa aman dan nyaman.
“Membuat daya tarik kuliner ini adalah cocok diperut orang Medan, karena pagi cocok sarapan bubur,” ucapnya.
 
Dewi Boru Siregar ini berharap kuliner ini terus menjadi pilihan penikmat kuliner dan berharap juga  bisa menjadi salah satu icon dan menjadi wisata kuliner di Medan. 
Untuk menikmati kuliner ini tidak mahal, seporsi bubur ayam dan ketoprak Cirebon hanya Rp 13 ribu sedangkan empal gentong hanya Rp 22 ribu perporsinya dan minuman khasnya teh jahe hanya Rp 5 ribu per gelas. (mahbubah Lubis)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 ,
Baca Juga:  Mau Tau Rasanya Nasi Goreng Buatan Pak Wali?
Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up