Sayur Asam Ikan Baung, Menu Khas Melayu Perayu Makan Siang Tetamu

0
2685

Bagi penikmat kuliner, khususnya makanan khas Melayu, dapat mencicipinya manakala melintas dan menyempatkan diri singgah ke sejumlah Rumah Makan di sekitaran jembatan Sungai Kualuh, Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara.

Varian makanan khas Melayu Kualuh tersaji di sana. Misalkan, sayur asam ikan baung dan anyang ayam. Ini menjadi menu kuliner andalan Labuhanbatu Utara.

Setidaknya, ada empat RM yang menyajikan makanan kebanggaan warga Kualuh disana. Misalkan, RM Abang Adik, RM Kualuh, RM Keluarga dan RM Pak Gunawan.

Menariknya, ikan baung yang diolah menjadi sayur asam tersebut merupakan hasil tangkapan para warga yang berstatus nelayan penangkap ikan dari Sungai Kualuh.

Harga perporsi yang ditawarkan cukup terjangkau. Misalkan, untuk satu porsi gulai asam ikan baung dibandrol Rp 30 ribu.

“Perporsi sayur ikan Baung kita tawarkan Rp30 ribu,” ujar Erni boru Harahap, pemilik RM Abang Adik, pertengahan November lalu.

Kata dia, harga itu sudah satu porsi dengan paket termasuk nasi, sayur, sambal dan hidangan lainnya.

sayur asam ikan baungSayur yang disajikan diantaranya daun kates (pepaya), sambal belacan. Semur jengkol. Tumis bunga kates dan beberapa lainnya.

Sedangkan di RM itu, untuk Anyang Ayam satu porsi Rp 15 ribu, sudah termasuk menu tambahan lainnya.

Menurut Erni, pihaknya sedikitnya membutuhkan 10 kg ikan baung segar yang dibeli dari warga. “Kita beli dari warga yang menangkap ikan dari hilir sungai Kualuh. Harga beli Rp70/kg,” jelasnya.

BACA JUGA
Belut Sambal Kencong Bu Ana, Manjakan Lidah Pelancong

Sedangkan untuk Udang Galah jumlahnya bervariasi, sesuai hasil tangkapan nelayan. “Udang lebih sedikit hasil tangkapan warga,” imbuhnya.

Sedangkan penikmat hidangan di sana, tidak melulu warga Labura saja. Bahkan, tak jarang orang-orang sedang melintas dalam perjalanan memilih makan di sana.

RM miliknya, kata Erni, saat ini memasuki usia keempat tahun pendiriannya. Di sana kerap disambangi oleh mantan Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP dan jajarannya.

Eks Wakil Bupati Labuhanbatu Suhari Pane, juga katanya pernah singgah di sana. Dan Ketua IPK Sumut juga selalu sebagai penikmat sayur asam Ikan Baung.

“Bupati Asahan juga datang membawa serta pihak legislatif dari Asahan,” ujarnya.

Dan, RM miliknya juga sering mendapat order partai besar. Misalkan, di RMnya dijadikan lokasi acara ulang tahun dan perayaan lainnya.

Suasana rumah makan di sana sangat menarik. Sebab, posisi RM tepat menjorok ke bantaran sungai. Alhasil, view yang disuguhkan cukup memberi kesan sisi eksotiknya Sungai Kualuh. Kondisi fisik bangunan beratapkan nipah, bertiangkan kayu.

Juli, salahseorang penikmat makanan mengaku cukup puas dengan cita rasa dari menu yang ada. Tapi, lokasi parkiran yang tidak mendukung pemilik kenderaan, khususnya mobil untuk memarkir kenderaan roda empat.

“Kalau cita rasa dan pelayanan cukup memuaskan. Tapi areal perparkiran sangat minim. Menyulitkan kita untuk meletakkan mobil secara aman,” paparnya.

Selain itu, kata wanita asal Rantauprapat ini, landscape sungai Kualuh saat ini sedikit kurang asri setelah adanya sejumlah mesin penghisap pasir yang beraktivitas di sungai itu.

“Pemandangan jadi agak terganggu. Dan produksi suara mesin dompeng penyedot pasir juga membisingkan telinga,” tandasnya. [fajar harahap]

Apa Pendapat Anda?