Home / / Segarkan Memori Kolektif Bangsa, Kongres Bahasa Indonesia Akan Di gelar Di Sumut

Segarkan Memori Kolektif Bangsa, Kongres Bahasa Indonesia Akan Di gelar Di Sumut


EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Sebagai upaya  menyegarkan kembali memori kolektif bangsa bahwa pernah ada Kongres pertama setelah  Proklamasi NKRI RI yaitu Kongres Bahasa Indonesia tahun 1954 di Medan, Balai Bahasa Sumatera Utara rencananya akan menggelar Kongres Bahasa di Barus atau Medan, Sumatera Utara.


Hal ini dikatakan Kepala Bahasa Sumatera Utara, Maryanto usai menyerahkan penghargaan kepada sejumlah media cetak, penulis dan juga pers kampus di Hotel Le Polonia Medan, (25/8/2020).


“Kita segarkan kembali, mengingat tantangan kebahasaan kita, dimana Bahasa Indonesia saat ini diketahui dan diakui oleh dunia internasional berasal atau lahir dari bahasa melayu yang cikal bakalnya itu ada di Selat Malaka. Padahal latar belakang sejarah Bahasa Indonesia melalui pers pergerakan di Sumut dan jauh sebelum abad 20, peradaban Melayu itu ada di Sumatera Utara yakni di titik nol peradaban islam nusantara di Barus. Ini perlu kita mutakhirkan pengakuan dunia internasional mengenai keberadaan Bahasa Indonesia,” tegas Maryanto kepada awak media.

Baca Juga:  Tangani Covid-19 di Sumut, 484 Ruang Isolasi Tambahan Disiapkan

Disebutkannya juga, digelarnya kongres bahasa Indonesia ini urgensinya agar dunia internasional mengaku pemilik Bahasa melayu yang melahirkan Bahasa Indonesia menjadi identitas Bahasa Indonesia itu adalah Indonesia, dan itu  ada di Sumut. 


Karena itulah dikatakannya  mengapa pihaknya akan melakukan Kongres Bahasa Indonesia dan Sumut menjadi tuan rumah.Kongres ini juga dilakukan untuk menunjukkan dimata internasional peningkatan dan fungsi Bahasa Indonesia. 


Kongres Bahasa Indonesia ini rencananya akan dilakukan di Barus atau di kota Medan. Namun jika diselenggrakan di Barus, ia mengungkapkan  juga sekaligus mengukuhkan Barus sebagi titik nol kerakyatan.


Dikesempatan itu, ia bahkan juga menyebutkan, tokoh-tokoh yang berjasa akan diusulkan mendapatkan penghargaan yang layak.


“Kita akan usulkan agar para tokoh yang berjasa dalam lahirnya bahasa Indonesia mendapatkan penghargaan yang layak oleh negara, dan juga diharapkan mereka menjadi pahlawan nasional. Seperti Sanusi Pane  yang dikatakannya memiliki peran langsung di dalam pergerakan melahirkan Bahasa Indonesia,” katanya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Bagikan 13 Ribu Paket Sembako di Medan


Sebelumnya, pada kegiatan penyerahan Gelar wicara dan penyerahan penghargaan media massa peduli bahasa tahun 2020 pihaknya menyerahkan langsung penghargaan kepada sejumlah media diantaranya Tribun Medan, Waspada, Analisa, dan juga kepada sejumlah pers kampus dan para penulis produktif di Sumut. (bd)

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up