Sehari Jelang Pemungutan Suara, Kota Tebingtinggi Relatif Aman

406
TINJAU. Unsur FKPD Tebing Tinggi saat meninjau pendistribusian logistik Pilkada, Selasa, (14/2/2017).

EDISIMEDAN.com, TebingTinggi- Kapolres Tebingtinggi AKBP Ciceu Cahyati, memastikan situasi Kota Tebingtinggi aman menjelang pemungutan suara pada Rabu, (15/2/2017) esok hari. Namun begitu, polisi selalu siap untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita pastikan, Pilkada nantinya secara umum relatif aman. Sekarang juga aman koq. Kita punya 280 TPS, pola pengamanannya itu rawan 1 ada satu TPS, Rawan 2 ada delapan TPS,” ujar AKBP Ciceu Cahyati, Selasa, (14/2/2017).

Untuk personil sendiri, kata Ciceu, Polres Tebingtinggi menurunkan 1.341 personel dalam pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tebing Tinggi pada 15 Februari 2017. Pilkada ini hanya diikuti satu pasangan calon yakni Umar Zunaidi Hasibuan-Oki Doni Siregar

“Ada 1.341 personel yang diturunkan untuk mengamankan 289 TPS (Tempat Pemungutan Suara) pada Pilkada Tebing Tinggi,” ujarnya.

Dia mengatakan penempatan personel tergantung tingkat kerawanan. Polisi juga membagi tiga tingkat kerawanan antara lain Rawan 1, Rawan 2 dan Aman.

“Penempatan personel di TPS tergantung tingkat kerawanan. Polanya TPS Rawan 1 dijaga dua polisi dan dua linmas, Rawan 2 dijaga dua polisi dan satu linmas, lalu tingkat Aman dijaga 2 polisi dan 10 linmas di lima TPS,” urainya.

Seperti diketahui, pendaftaran Pilkada Tebingtinggi awalnya digelar sejak 21, 22, dan 23 September 2016. Namun, hanya satu pasangan calon yang mendaftar, yakni calon petahana, Umar Zunaidi Hasibuan-Oki Doni Siregar.

Pasangan ini didukung Partai Gerindra, Demokrat, Hanura, Nasdem, PDIP, PPP, dan PKB. Pendaftaran kembali dibuka pada 27, 28, hingga 29 September 2016 setelah dilakukan sosialisasi selama tiga hari. Namun, hingga pendaftaran tahap dua ditutup, tetap tidak ada tambahan pasangan calon yang mendaftarkan diri.

Meski hanya satu pasangan calon yang mendaftar, namun tahapan Pilkada tetap berjalan. Mekanisme pemilihan telah diatur dalam PKPU Nomor 14 Tahun 2015. Selain foto satu pasangan calon yang dicetak berlatar belakang warna merah putih, surat suara itu memuat pilihan setuju atau tidak setuju terhadap pasangan calon. [ska]

Apa Tanggapan Anda?