Home / SUMUT / Sektor Wisata Sumut Ditarget Sumbang Rp 30 Triliun

Sektor Wisata Sumut Ditarget Sumbang Rp 30 Triliun


BRASTAGI, EDISIMEDAN| Kementerian Pariwisata menargetkan sektor wisata Sumatera Utara dapat menyumbang pemasukan negara sebesar Rp 30 Triliun hingga tahun 2019 mendatang.

Hal tersebut dikatakan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka secara resmi Festival Danau Toba (FDT) 2015 di Taman Mejuah-juah, Brastagi, Kabupaten Karo, Kamis (19/11/2015).

Menurutnya, target Rp 30 Triliun itu tercapat dengan rincian, tingkat kunjungan ke wisatawan lokal (domestik) tahun 2019 mencapai 15 juta orang dengan devisa mencapai Rp 15 triliun dan 1 juta wisatawan mancanegara dengan pemasukan juga Rp 15 triliun.

“Jadi totalnya mencapai Rp 30 triliun tahun 2019 sumbangan industri pariwisata di Sumut. Devisa yang diperoleh ini tentu akan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Sumut,” ujar Arief.

BERITA TERKAIT:
Festival Danau Toba Resmi Dibuka
Romance Bay, Pantai Romantis di Sumatera Utara

Baca Juga:  Hari Jadi ke-269 Kabupaten Langkat, Gubsu Minta Majukan Langkat Secara Bersama-sama

Arief percaya, target tersebut akan tercapat mengingat Sumatera Utara memiliki banyak potensi wisata, khususnya Danau Toba. Sebagai destinasi wisata kebanggan Indonesia, dia meminta agar 7 Kabupaten di sekitar Danau Toba untuk bersinergi dalam mengenalkan potensi Danau Toba melalui berbagai even, termasuk lewat Festival Danau Toba (FDT) yang digelar tiap tahunnya.

“Pengembangan kawasan Danau Toba sebagai kawasan wisata nasional akan diperkuat dengan Pepres Badan Pengelola Kawasan Danau Toba yang kini sedang dalam perumusan. Dalam waktu dekat akan rampung,” jelas Arief.

Kementerian Pariwisata juga telah mengusulkan Danau Toba berpotensi menjadi salah satu ikon pariwisata Global Geopark Network (GGN), lembaga di bawah UNESCO.

Di sisi lain, agar target tercapat dia juga mengimbau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menggelar beragam kegiatan wisata bertaraf internasional seperti balap sepeda keliling Danau Toba (Tour Toba).

Baca Juga:  Gunung Sinabung Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,6 Km

Apalagi, katanya, industri pariwisata menyerap tenaga kerja 6 kali lebih banyak dibanding bidang manufacture.

Sektor pariwisata juga menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9 persen dan mampu menyerap tenaga kerja mencapai 11 juta orang dengan devisa Rp 11 milyar pada tahun 2014 lalu.

“Kementerian Pariwisata memproyeksikan pada 2020, penerimaan devisa sektor pariwisata nasional akan melebih devisa dari sektor minyak. Wajar jika banyak Negara di dunia yang mengembangkan industri pariwisata,” pungkas Arief. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up